bisnis
KABAR BURUK! Tahun Depan Subsidi Bunga KUR Berkurang, Ini Alasannya
Kemenkop-UKM berharap pembayaran carry over tersebut dapat selesai tahun ini sehingga tahun depan hanya perlu menyiapkan subsidi bunga reguler.
TRIBUN-BALI.COM - Dalam dokumen nota keuangan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025, subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) hanya dianggarkan sebesar Rp 38,28 triliun. Sementara subsidi yang disiapkan pada 2024 mencapai Rp 47,78 triliun.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop-UKM), Yulius, mengatakan anggaran subsidi bunga kUR tahun 2024 terlihat besar karena ada porsi untuk membayar carry over subsidi bunga tahun-tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan ada perbaikan data yang dilakukan penyalur KUR.
Kemenkop-UKM berharap pembayaran carry over tersebut dapat selesai tahun ini sehingga tahun depan hanya perlu menyiapkan subsidi bunga reguler.
Baca juga: Ekspor Industri Perhiasan Tembus USD 3,67M, Kemenperin Catat Ekspor Melonjak 18,66 Persen Semester I
Baca juga: IHSG Melemah 0,60 Persen Sepekan! Simak Alasannya
“Tahun depan subsidi bunga senilai Rp 38 triliun hanya untuk subsidi reguler dan jumlahnya juga hampir sama dengan tahun ini untuk subsidi regular,” ujar Yulius, akhir pekan lalu.
Sementara itu, Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Kemenko Perekonomian yang juga Ketua Tim Teknis Sekretariat Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM, Gede Edy Prasetya menyebutkan, besaran subsidi itu masih mengakomodir penyaluran KUR tahun depan meski anggarannya turun.
Edy bilang target penyaluran KUR tahun 2025 diproyeksikan paling tidak sama dengan target tahun 2024, yaitu sebesar Rp 280 triliun. Ia menyebut ada revisi turun target anggaran KUR tahun ini. Namun, di awal tahun anggaran KUR ditetapkan pemerintah sebesar Rp 300 triliun.
Lebih lanjut, Edy mengatakan target penyaluran KUR 2025 akan ditetapkan secara resmi oleh Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM dalam forum Rapat Koordinasi di kuartal IV mendatang.
Ia menambahkan skema penyaluran KUR untuk tahun depan akan lebih tematik. Tujuannya, untuk menyasar target penerima yang tepat sasaran, contoh sektor pertanian. (kontan)
| DARI Pedagang Pasar ke Agen BRILink, Ketut Suandini Tekuni Layanan Keuangan untuk Warga |
|
|---|
| EKPANSI Regional di Asia Tenggara, KKV Resmi Masuk Indonesia, Hadirkan Pengalaman Ritel Gaya Hidup |
|
|---|
| WASPADA! Rupiah di Level Terlemah, Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp17.300 Per Dolar AS |
|
|---|
| BONGKAR Modus Beras Premium Abal-abal Harga Mahal, Total Kerugian Capai Rp 10 Triliun |
|
|---|
| WADUH, Biaya Produksi Otomotif Naik, Terdampak Nilai Tukar Rupiah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/qawgvewsrhjnrt.jpg)