Keributan di Kuta Selatan
Rentetan Kasus Orang Sumba di Bali, Ketua IKB Flobamora Bali Angkat Bicara
Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar (IKB) Flobamora (Flores, Sumba, Timor dan Alor) Provinsi Bali, Herman Umbu Billy buka suara mengenai rentetan kasus
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Rentetan Kasus Orang Sumba di Bali, Ketua IKB Flobamora Bali Angkat Bicara
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar (IKB) Flobamora (Flores, Sumba, Timor dan Alor) Provinsi Bali, Herman Umbu Billy buka suara mengenai rentetan kasus kekerasan dan perilaku meresahkan yang mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketertiban masyarakat dilakukan oleh warga Sumba.
Menurutnya, Flobamora Bali sudah turun tangan dengan memberikan pembinaan, imbauan dan sosialisasi langsung.
Baca juga: Kulkul Bulus Berbunyi di Penyarikan Kuta Selatan, Sekelompok Pemuda Berulah Hingga Dihakimi Massa
Akan tetapi, seiring berlarutnya kasus perlunya peran negara melalui kerja sama antara stakeholder menangani arus warga Sumba ke Bali.
"Perlu kerjasama resmi terkait penyelesaian masalah ini oleh Pemda Provinisi Bali dan Pemerintah NTT serta Polda Bali dan Polda NTT," kata Umbu Billy saat dihubungi Tribun Bali, pada Senin 30 September 2024.
"Flobamora Bali selalu dan rutin melalukan pembinaan ke bedeng-bedeng proyek, tetapi faktanya imbauan saja tidak cukup, maka dibutuhkan peran negara saat ini," sambungnya.
Baca juga: FLOBAMORA Bali Minta Polisi Menindak! Keributan Diduga Antar Warga Sumba di Bajra Sandhi
Dikatakan Umbu Billy bahwa arus Urbanisasi pekerja proyek asal Sumba seakan tidak terbendung masuk ke wilayah perkotaan di Bali seperti Denpasar dan Badung, sehingga perlunya kontrol dari pemerintah.
"Karena arus pekerja proyek asal Sumba terus datang ke Bali, sangat banyak sehingga susah juga bisa terkontrol semuanya," ujar dia.
Disinggung perilaku warga Sumba yang cenderung "ringan" melakukan tindak perilaku kekerasan, menurutnya hal itu bisa berdasarkan dari beberapa faktor seperti pendidikan hingga kebiasaan menyelesaikan masalah di tempat asal yang dibawa ke kota, meski ia tak ingin menggeneralisasi.
Baca juga: Buntut Wayan Sukarsa Curi Power Bank, Dua Pria Asal Sumba Aniaya Wayan Febri
"Mungkin faktor pendidikan dan kebiasaan menyelesaikan masalah di tempat asal. Tapi itu kemungkinan ya, saya tidak begitu tau pasti soal ini, karena itu soal karakter dan kepribadian orang masing-masing," beber dia.
Flobamora Bali juga tak ingin lepas tangan begitu saja menyikapi kejadian-kejadian yang melibatkan oknum perantau asal NTT di Bali, yang meresahkan dan merugikan banyak pihak.
Flobamora Bali mendorong dibentuknya tim/satgas/gugus tugas khusus kerjasama antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Pemerintah Provinsi NTT, serta Polda Bali dengan Polda NTT.
Baca juga: VIRAL Kasus Warga Sumba di Medsos, Kapolda Bali IB Kade Putra Narendra Turun Gunung
"Pada gugus tugas bersama inilah kita memikirkan, mencari dan melaksanakan alternatif-alternatif solusi yang dapat kita lakukan bersama untuk menekan atau bahkan menghilangkan aksi-aksi meresahkan yang selama ini terjadi," ungkapnya.
"Dan menggangu kenyamanan masyarakat Bali dan kita semua, Flobamora Bali dengan basis data yang kita miliki hari ini tentu siap bersinergi menjadi salah satu stakeholder dalam gugus tugas yang dimaksud," sambung Umbu Billy.
Flobamora Bali berupaya bersama menjadikan tenaga kerja asal NTT yang "bermasalah" yang sebetulnya adalah tenaga kerja produktif tidak lagi menjadi masalah, namun menjadi aset yang dapat membantu dan berkontribusi dalam pembangunan Bali dan Bangsa Indonesia tentunya sebagai sesama Anak Bangsa,
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.