Berita Gianyar
CEGAH Penyebaran DBD, Dinkes Fogging di Belega Gianyar Bali
Polsek Blahbatuh, Gianyar memberikan perhatian khusus terhadap kegiatan fogging di Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Polsek Blahbatuh, Gianyar memberikan perhatian khusus terhadap kegiatan fogging di Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Kamis (10/10). Hal ini dilakukan, sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kegiatan fogging dimulai pada pukul 07.00 Wita dengan pengamanan Bhabinkamtibmas Desa Belega, Aipda I Ketut Urip Artana, dan Babinsa Desa Belega, Serka I Nyoman Mulatra.
Fogging ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gianyar yang difokuskan pada area rumah warga di Banjar Kebon Kelod dengan radius 100 meter dari rumah-rumah yang terindikasi terjangkit DBD.
Baca juga: PWA Baru Capai Rp 251,9 Miliar, Jumlah Tourist Levy ke Bali Jauh dari Target!
Baca juga: Tampilkan Style Dress hingga Gaya Koboi, Pameran 26 Busana Batik Karya Desainer Lenny Hartono
Kapolsek Blahbatuh, Kompol I Made Berata mengatakan, kegiatan fogging merupakan langkah penting, namun bukan satu-satunya solusi.
Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas dan Babinsa mengingatkan masyarakat agar aktif menjaga kebersihan lingkungan, baik di dalam rumah maupun di sekitar area tempat tinggal, untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk.
Masyarakat antusias dalam mengikuti proses tersebut. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Desa Belega juga tetap kondusif.
Polsek Blahbatuh dan pihak terkait berkomitmen untuk terus memantau dan melakukan langkah-langkah pencegahan lainnya dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama menjelang musim hujan yang berpotensi meningkatkan kasus demam berdarah. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi seluruh warga.
Kepala Dinkes Kabupaten Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni mengatakan, fogging tersebut dilakukan sebagai upaya menekan kasus DBD. “Ini sebagai upaya treatment, untuk memastikan tidak ada lonjakan DBD lagi,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, kasus DBD di Gianyar telah mengalami penurunan. Pada Januari jumlah DBD sebanyak 294 kasus, pada Februari turun ke 266 kasus.
Namun kasus DBD kembali melonjak pada Maret menjadi 437 kasus, pada April 661 kasus dan puncaknya pada Mei 1.089 kasus. Dengan angka tersebut, total kasus DBD sepanjang Januari-Mei 2024 sebanyak 2.747 kasus.
Memasuki bulan Juni kasusnya mulai mengalami penurunan ke angka 759, pada Juli sebanyak 407 kasus dan data terakhir Agustus turun lagi di angka 207 kasus dan pada September ini di angka 105 kasus. (weg)
| Selama Enam Tahun, 8 ASN Pemkab Gianyar Bali Dipecat, Narkotika Salah Satu Pemicu |
|
|---|
| Kembalikan Konsep Telajakan, Pemkab Gianyar Bali Gelar Lomba Telajakan |
|
|---|
| 3 Orang ASN di Pemkab Gianyar Direkomendasikan Dipecat, Terungkap Dosa-dosa Beratnya |
|
|---|
| Tiga ASN Pemkab Gianyar Bali Direkomendasikan Dipecat, Dua Pegawai Terlibat Narkotika |
|
|---|
| TEGAS! 2 Pegawai Terlibat Narkotika, Tiga ASN Pemkab Gianyar Direkomendasikan Dipecat, Ini Alasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/absbd-ndnrnrs.jpg)