Kebakaran di Gunung Agung Bali
UPDATE: Hutan di Lereng Gunung Agung Bali Terbakar, Aktivitas Pendakian Sebelumnya Telah Ditutup
titik kebakaran terjadi di lereng Barat Daya Gunung Agung, dengan titik ketinggian sekitar 2.300 mdpl.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Lereng Gunung Agung kembali mengalami kebakaran.
Hingga Senin 14 Oktober 2024 pagi, upaya pemadaman api masih diupayakan agar kebakaran tidak kian meluas.
Sebelum hutan di lereng kebakaran, sebenarnya telah ada imbauan larangan pendakian ke puncak Gunung Agung dari semua pos pendakian.
Hal ini menyusul gelaran Karya Tabuh Gentuh, Labuh Gentuh, Wana Kertih, Segara Kertih dan Purnama Kelima di Pura Pasar Agung Besakih Giritohlangkir pada tahun 2024 ini.
Baca juga: Antisipasi Kebakaran, Dinas Damkar Denpasar Gelar Penyemprotan Rutin di TPA Suwung
Penutupan diberlakukan di semua pos pendakian Gunung Agung, mulai 1 Oktober sampai 30 November 2024.
Namun berdasarkan informasi di masyarakat, masih kerap ada pengunjung yang nekat mendaki gunung tertinggi di Bali tersebut.
Sementara dengan kondisi lereng terbakar, belum diketahui pasti apakah saat kejadian ada warga yang mendaki Gunung Agung.
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, titik kebakaran terjadi di lereng Barat Daya Gunung Agung, dengan titik ketinggian sekitar 2.300 mdpl.
Kebakaran menghanguskan vegetasi di kawasan tersebut, dan api terlihat cukup besar pada Minggu 13 Oktober 2024 malam.
"Hari ini tim akan berkumpul di kantor RPH (resor pengelolaan hutan) Rendang, untuk berdiskusi langkah-langkah selanjutnya," ujar Ida Bagus Ketut Arimbawa, Senin 14 Oktober 2024.
Lokasi kebakaran tersebut diperkirakan berjarak sekitar 4-5 kilometer dari Pura Pengumbengan atau pemukiman penduduk.
"Dugaan sementara percikan api pada semak yang kering dan dipicu angin kencang. Upaya pengawasan terus dilakukan agar api tidak sampai ke pemukiman warga," jelas Adimbawa. (mit)

Kumpulan Artikel Karangasem
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.