Berita Denpasar
Progres Pembangunan Jembatan Tukad Badung Desa Pemogan 85,8 Persen, Kini Proses Pengecoran Lantai
Airawata mengingatkan kontraktor pelaksana, konsultan pengawas dan konsultan perencana agar bekerja dengan baik.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Progres pengerjaan fisik Pembangunan Jembatan Tukad Badung di Kawasan Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Terkini, progres pengerjaan telah mencapai 85,8 persen per 30 November 2024.
Dan untuk saat ini, lingkup pengerjaan yakni pengecoran lantai jembatan.
Kadis PUPR Kota Denpasar, AA Ngurah Bagus Airawata mengatakan, pengecoran lantai ini sudah dilaksanakan mulai 1 Desember kemarin.
Baca juga: Progres Jembatan Tukad Badung Desa Pemogan Capai 28,6 Persen
"Per 30 November sudah terealisasi 85,8 persen dari target 84,7 persen. Ada deviasi 1 persen," paparnya saat diwawancarai, Selasa 3 Desember 2024.
Rencananya, jembatan merupakan akses vital transportasi dan pelaksanaan kegiatan keagamaan masyarakat setempat ini akan tuntas pada akhir tahun 2024 ini.
Ia menjelaskan bahwa Pembangunan Jembatan Tukad Badung yang menghubungkan Jalan Pulau Enggano I dengan Jalan Batanta ini merupakan aspirasi masyarakat setempat.
Di mana, selain merupakan akses transportasi sehari-hari bagi masyarakat, jembatan ini juga merupakan akses vital bagi pelaksanaan kegiatan keagamaan masyarakat setempat.
Airawata juga mengingatkan kontraktor pelaksana, konsultan pengawas dan konsultan perencana agar bekerja dengan baik.
Hal ini utamanya terkait dengan target waktu agar dapat menghasilkan infrastruktur yang berkualitas bagi masyarakat.
Pihaknya juga terus berkomitmen untuk mendukung terciptanya infrastruktur berkualitas di Kota Denpasar, Bali.
Namun demikian, realisasinya sesuai dengan skala prioritas serta urgensi di lapangan.
“Harapan kami dapat selesai tepat waktu dan tepat mutu, sehingga sesuai dengan harapan masyarakat dapat dimanfaatkan dengan baik, termasuk untuk transportasi dan kegiatan keagamaan,” katanya.
Dikatakan Airawata, Pembangunan Jembatan Tukad Badung menuju Setra Desa Adat Pemogan ini dikerjakan oleh CV. Wulan Jaya sebagai kontraktor pelaksana dengan nilai kontrak Rp 7 miliar lebih.
Di mana, pengerjaan fisik pembangunan jembatan ini akan dilaksanakan selama 210 hari kalender.
“Jadi selain lebih kokoh, jembatan ini juga dirancang lebih lebar dari semula, semoga dapat selesai tepat waktu dan berkualitas, sehingga dapat memberikan kemanfaatan bagi masyarakat," katanya. (*)
Kumpulan Artikel Denpasar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.