Trans Metro Dewata Berhenti Beroperasi
Bus Trans Metro Dewata Resmi Berhenti Beroperasi, Komentar Semeton Dewata Penuh Kecewa
Bus Trans Metro Dewata (TMD) resmi akan berhenti beroperasi pada tahun 2025 setelah melaksanakan pelayanan selama 4 tahun
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Bus Trans Metro Dewata (TMD) resmi akan berhenti beroperasi pada tahun 2025 setelah melaksanakan pelayanan selama 4 tahun.
Meskipun peminat bus Trans Metro Dewata tidak banyak, namun masih banyak warga yang berharap moda transportasi ini dipertahankan.
Bahkan beberapa semeton dewata yang pernah ikut menggunakan transportasi ini mengaku cukup senang dengan pelayanan yang dilakukan.
Bus warna merah yang selama ini lalu lalang di kawasan Sarbagita ini, harus berhenti beroperasi karena terkait dengan anggaran dana pemerintah dan minimnya pengguna.
Baca juga: Permintaan Kendaraan Listrik Meningkat 177,32 Persen, Simak Alasannya Berikut Ini
Selain itu, biaya operasional dan pendapatan yang tak sebanding memaksa bus Trans Metro Dewata harus dihentikan pada tahun 2025.
Komang Hendra Adi salah satu penumpang bus TMD mengaku kalau dirinya cukup terbantu dengan keberadaan bus Trans Metro Dewata ini.
Menurutnya, bus TMD sangat membantu dalam aktivitasnya sehari-hari. Ia sering naik bus TMD saat kerja.
“Saya kalau kerja ke Kuta beberapa kali menggunakan bus ini, kalau motor saya dibawa istri,” papar pria yang berdomisili di Jalan Gatot Subroto Denpasar ini, Rabu, 1 Januari 2025.
Fasilitas bus yang nyaman ini membuat dirinya merasa betah meskipun kerap menemui kemacetan di jalan.
Hanya saja, dirinya mengakui memang tak banyak penumpang yang berminat menggunakan bus ini.
Baca juga: SEDIH TMD Setop Beroperasi, Hendra & Suniartika Ingat Kenangan Saat Naik Bus Trans Metro Dewata
“Kalau dari penumpang, jarang memang ramai. Tapi lumayan, ada ibu-ibu pergi ke pasar pakai bus ini. Siswa dan mahasiswa juga ada,” paparnya.
Hendra pun berharap agar operasional bus ini dikembalikan, dengan tata kelola yang lebih baik.
“Saya harap dikembalikan. Dan nanti juga tata kelolanya diperbaiki. Misal ada mobil pengumpan yang mengangkut penumpang ke halte terdekat,” paparnya.
Made Suniartika, salah seorang mahasiswa juga punya cerita kenangan saat naik bus TMD.
Ia mengaku terbantu dengan keberadaan bus ini karena bisa menjadi moda transportasi alternatif yang terjangkau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/2wgwehe5jh4.jpg)