Berita Klungkung
JATUH ke Sumur di Nusa Penida, Evakuasi Berjalan Dramatis, Ariana Kaget Dengar Tangisan dan Teriakan
Ketika melintas di depan sumur, Ariana mendengar suara tangisan dan teriakan yang menggema.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Seorang warga Desa Klumpu, Kecamatan Nusa Penida, Ni Kadek Darmini (34) terjatuh ke dalam sumur di Banjar Klumpu, Desa Klumpu, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Rabu (1/1) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita.
Korban berhasil diselamatkan setelah upaya evakuasi dramatis yang melibatkan warga setempat, pihak kepolisian, dan tim Basarnas.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh saksi, I Nyoman Ariana (36), yang sedang bersembahyang di Pura Merajan sekitar pukul 07.00 Wita.
Ketika melintas di depan sumur, Ariana mendengar suara tangisan dan teriakan yang menggema. Semula hal itu dikiranya berasal dari perangkat audio.
Baca juga: BINGUNG Warga Sidemen Karangasem Bali karena Air PDAM Mati Sepekan, Terpaksa Andalkan Air Hujan
Baca juga: DLHK Denpasar Kerahkan 850 Personel, Tahun Baru Volume Sampah di Denpasar Naik 20 Ton
Namun karena suara itu semakin keras, Ariana merasa penasaran dan langsung memeriksa sumber suara, yang ternyata berasal dari dalam sumur.
"Setelah dicek ternyata ada seorang warga perempuan berada didalam sumur dan masih dalam keadaan sadar," ujar Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu Agus Widiono, Rabu (1/1).
Setelah memastikan keberadaan korban yang masih sadar di dalam sumur, Ariana segera memanggil warga sekitar untuk memberikan pertolongan.
Namun, upaya awal warga terkendala keterbatasan alat serta kondisi fisik korban yang obesitas.
"Warga sempat berupaya untuk membongkar bagian atas sumur tersebut, namun tetap saja proses evakuasi tidak berhasil dilaksanakan," jelas Agus Widiono.
Sekitar pukul 08.15 Wita, saksi menghubungi pihak kepolisian dan Basarnas untuk meminta bantuan. Proses evakuasi berlangsung dramatis.
Selain kondisi fisiknya yang membuat korban sulit dievakausi, korban juga mengalami gangguan mental dan sempat menolak pertolongan.
Setelah dialog panjang, korban akhirnya mau dievakuasi. Tim SAR gabungan yang terdiri dari polisi, basarnas dan warga sekitar menurunkan tangga ke dalam sumur.
Lalu korban diikat dengan tali. Seorang aparat harus turun ke dalam sumur, untuk membantu evakuasi.
Sementara warga lainnya menarik tali, yang sebelumnya diikatkan di tubuh korban.
Sekitar Pukul 10.20 Wita, korban berhasil diangkat ke permukaan dalam keadaan selamat.
Sementara itu, setelah berhasil diselamatkan, korban langsung mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Nusa Penida III.
"Menurut keterangan warga, korban mengalami gangguan mental dan diketahui telah empat kali terjatuh ke dalam sumur tersebut," jelas Agus Widiono. (mit)
| Shalter Anjing Milik WNA di Nusa Penida Dikeluhkan Warga, Satpol PP Klungkung Turun Mediasi |
|
|---|
| Bupati Made Satria Temui Dua Lansia di Desa Negari, Minta Bantuan Tidak Hanya Sembako |
|
|---|
| Bertahun-tahun Rusak, Berkali-kali Viral, Jalan Sidemen-Klungkung Tidak Kunjung Diperbaiki |
|
|---|
| Kerap Jadi Jalur Macet di Nusa Penida, Perbaikan Jalan Sampalan-Toyapakeh Telan Anggaran Rp50,6 M |
|
|---|
| Pemkab Klungkung Waspadai Hantavirus, Setiap Faskes Diminta Deteksi Dini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/qfgtwgwhe34ujh.jpg)