Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Travel

Kunjungan Ke DTW Sangeh Meningkat di Akhir Tahun, Sempat Sentuh 20 Ribu Kunjungan

Disebutkan jika tahun lalu lebih ramai dari sebelum pergantian tahun, karena waktu itu tidak ada hujan.

ISTIMEWA
WISATA - Meski cuaca di wilayah Bali tidak menentu, namun Daya Tarik Wisata (DTW) Sangeh masih menjadi tujuan wisata favorit yang dikunjungi masyarakat saat libur tahun baru. Bahkan pada Rabu (1/1), jumlah kunjungan terus meningkat meski cuaca gerimis. 

TRIBUN-BALI.COM - Meski cuaca di wilayah Bali tidak menentu, namun Daya Tarik Wisata (DTW) Sangeh masih menjadi tujuan wisata favorit yang dikunjungi masyarakat saat libur tahun baru. Bahkan pada Rabu (1/1), jumlah kunjungan terus meningkat meski cuaca gerimis.

Peningkatan kunjungan terjadi sejak libur sekolah. Bahkan untuk libur Natal juga terjadi kunjungan dari grup-grup beberapa sekolah, hingga rata-rata jumlah kunjungan meningkat 30 persen.

Ketua Pengelola Objek Wisata Sangeh, Ida Bagus Gede Pujawan tidak menampik hal tersebut. Pihaknya mengakui jika kunjungan wisatawan kali ini masih terkendala faktor cuaca, sehingga meningkat namun tidak signifikan.

"Kalau mengenai peningkatan, memang ada peningkatan. namun tidak terlalu signifikan, sekitar 30 persen," ujarnya.

Pihaknya menduga peningkatan jumlah kunjungan belum drastis karena efek cuaca yang ekstrim. Apalagi Sangeh ini merupakan wisata alam, sangat berkaitan.

Baca juga: DLHK Denpasar Kerahkan 850 Personel, Tahun Baru Volume Sampah di Denpasar Naik 20 Ton

Baca juga: CCTV Antisipasi Macet Diperbanyak oleh Pemkot Denpasar, Tim Respon Cepat dan Siapkan Bus Sekolah 

Meski cuaca di wilayah Bali tidak menentu, namun Daya Tarik Wisata (DTW) Sangeh masih menjadi tujuan wisata favorit yang dikunjungi masyarakat saat libur tahun baru. Bahkan pada Rabu (1/1), jumlah kunjungan terus meningkat meski cuaca gerimis.
Meski cuaca di wilayah Bali tidak menentu, namun Daya Tarik Wisata (DTW) Sangeh masih menjadi tujuan wisata favorit yang dikunjungi masyarakat saat libur tahun baru. Bahkan pada Rabu (1/1), jumlah kunjungan terus meningkat meski cuaca gerimis. (Tribun Bali/Agus)

"Peningkatan kunjungan saat libur tahun baru 2025 agak berbeda dengan kunjungan libur tahun baru 2024. Ini karena kondisi cuaca yang mendukung tahun lalu, sehingga kunjungan jadi lebih ramai," ucapnya.

Disebutkan jika tahun lalu lebih ramai dari sebelum pergantian tahun, karena waktu itu tidak ada hujan.

Pujawan menambahkan, dari sisi wisatawan, kunjungan saat libur musiman biasanya didominasi wisatawan domestik. Sedangkan hari-hari biasa, dominan wisatawan mancanegara. 

"Kalau hari-hari biasa, kunjungan wisatawan mancanegara yang mendominasi, terutama dari Eropa. Karena mereka lebih senang ke nature (alam). Perbandingannya bisa sampai 85 persen (mancanegara) dan 15 persen (domestik)," ungkapnya.

Adapun yang ditawarkan oleh objek wisata Sangeh yakni pengunjung dapat berinteraksi dengan monyet-monyet yang ada berupa pemberian makanan, namun dengan catatan tidak menyentuh hewan primata tersebut.

Objek wisata Sangeh pun mengemas paket monkey feeding untuk wisatawan mancanegara ini seharga Rp 75 ribu dengan fasilitas wisatawan mendapatkan mineral water dan makanan untuk monyet.

"Di sini, setiap wisatawan yang datang, kita kemas dengan paket, tamu datang sambil membawa makanan. Jadi, ada interaksi monkey feeding yang dilakukan antara wisatawan dengan satwa monyet. Interaksi ini menyebabkan wild (liar) dari monyet ini menjadi lebih jinak," kata Pujawan.

Dikatakan, paket monkey feeding yang diluncurkan tepat setahun lalu ini juga sangat berdampak mendongkrak peningkatan kunjungan yang naik secara signifikan.

Pujawan membeberkan, dari kunjungan per bulan yang dulunya berkisar di angka 4 hingga 5 ribu, pada Agustus 2024 bahkan menembus di angka 20 ribu kunjungan dalam sebulan. 

"Grafiknya dari Januari mulai naik, klimaksnya pada saat bulan Agustus 2024 sebanyak 20.000 kunjungan," bebernya.

Kendati demikian, di bulan September sempat turun sedikit karena mulai mengarah ke low season. Karena saat itu kunjungan tourism ke Bali secara okupansi juga menurun.

"Karena low season berimbas pada kunjungan ke destinasi-destinasi wisata yang ada di Bali, termasuk kita di Sangeh," imbuhnya. (Gus)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved