Bisnis

HARGA Cabai Tembus Rp110.000 Per Kg, Mentan Sebut Untungkan Petani, Bapanas Sebut Tren Tahunan

Sementara itu, harga cabai rawit di Kediri, Jawa Timur, melonjak tajam hingga mencapai Rp 110.000 per kilogram.  

Pixabay/Suanpa
Ilustrasi cabai -Sementara itu, harga cabai rawit di Kediri, Jawa Timur, melonjak tajam hingga mencapai Rp 110.000 per kilogram.   

TRIBUN-BALI.COM - Kenaikan harga cabai di pasaran yang meroket sampai Rp 110.000 per kilogram (kg).

Harga cabai meroket tajam di pasaran. Di Pasar Jatingaleh, Semarang, misalnya, harga cabai rawit melonjak menjadi Rp 100.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp 30.000 per kilogram.  

Sementara itu, harga cabai rawit di Kediri, Jawa Timur, melonjak tajam hingga mencapai Rp 110.000 per kilogram.  

Kemudian, harga cabai rawit di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, tembus Rp 120.000 per kilogram selama sepekan terakhir. Padahal, sebelum tahun baru, harga cabai rawit berkisar Rp 80.000 per kilogram.

Baca juga: DIHINA WARNA KULIT! Yabes Roni Ambil Langkah Tegas Usai Laga Bali United vs Persib Bandung

Baca juga: Debit BRI Multicurrency dan BRImo: Partner Andalan yang Bikin Liburan Makin Nyaman

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merespons kenaikan harga cabai di pasaran yang meroket sampai Rp 110.000 per kg.  

Amran menegaskan kenaikan harga cabai ini memberikan napas segar bagi petani. Pasalnya, dia katakan, harga cabai beberapa pekan lalu sempat anjlok, bahkan beberapa petani di beberapa sentra produksi sempat merugi.

“Tiga minggu lalu kan hancur harganya. Beri napas lah ke petani, kasihan,” kata Amran saat ditemui di kantornya, Kamis (9/1). 

Amran membantah tingginya harga cabai ini karena masalah produksi. Menurutnya saat ini pasokan cabai secara nasional mencukupi.  

Hanya, dia mengatakan kemungkinan besar kenaikan ini disebabkan karena masalah distribusi yang tidak merata sehingga mengerek harga di beberapa wilayah konsumen.

“Mungkin karena pengaruh curah hujan tinggi. Tapi produksinya cukup ya, ini karena distribusinya,” ujarnya. 

Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut kenaikan harga cabai di awal tahun merupakan tren berulang.  

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, Jumat (10/1) mengatakan tren harga cabai di awal 2025 persis seperti yang terjadi di awal 2024. 

“Memang di Januari tahun ini sama dengan periode sebelumnya. Rerata harganya di atas harga acuan kita. Nanti Februari mulai akan turun dan Maret akan masuk lagi ke range batas bawah dan batas atas," katanya. (kontan)

Fasilitasi Distribusi Pangan 

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan untuk saat ini, Bapanas akan memetakan daerah mana saja yang mengalami kenaikan harga yang kemudian akan didorong suplai cabai dari daerah yang surplus.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved