Kunci Jawaban

Kunci Jawaban PAI Kelas 11 Halaman 37 38, Kurikulum Merdeka: Konsekuensi Seorang Beriman

Berikut kunci Jawaban dan pembahasan soal mapel PAI kelas 11 SMA halaman 37 39 Kurikulum Merdeka.

Kolase Kemdikbud
Cover Buku Pai Kelas 11 - Kunci Jawaban PAI Kelas 11 Halaman 37 38, Kurikulum Merdeka: Konsekuensi Seorang Beriman 

Seperti paparan di muka, sulit sekali menumbuhkan kepercayaan, jika orang atau pihak lain sudah pernah dicederai atau dilukai, akibat janji yang tidak ditepati.

Hanya Islam menggariskan, bahwa tidak semua janji itu ditunaikan.

Janji yang dibuat di antara sesama manusia, seperti perdagangan, perniagaan, pernikahan dan sebagainya, silakan ditunaikan, asalkan tidak ada penjanjian yang bertentangan dengan syariat Islam. Seperti Sabda Rasulullah Saw.:

“Setiap syarat (ikatan janji) yang tidak sesuai dengan Kitabullah, menjadi batil, meskipun seratus macam syarat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). 

Soal Halaman 37

Bacalah dengan teliti wacana berikut ini!

1. Iman, Islam dan ihsan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Semuanya berjalan beriringan. Barangsiapa mengurangi atau memisahkan salah satunya, maka telah berkuranglah sebagian dari agamanya. Iman, Islam dan ihsan ini ada tingkatan-tingkatannya. Sebagai contoh orang yang imannya masih lemah, maka ia mengerjakan salat tapi tidak khusyu, tidak menjaga adab-adabnya dan masih sering mengerjakan maksiat. Sedangkan orang yang imannya sudah sampai pada level ihsan maka akan khusyu dalam salatnya, terjaga adabnya, menjalankan sunah-sunahnya dan salat tersebut membentenginya dari perbuatan maksiat.

2. Lalu bagaimana pendapat temen-temen semua dengan wacana di atas tersebut? Jelaskan bagaimana konsekuensi dari seseorang yang beriman!​

3. Presentasikan hasil diskusi kalian secara bergantian di dalam kelas!

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 11 Halaman 25 26 27, Aktivitas: Penilaian Pengetahuan

Kunci Jawaban PAI Kelas 11 Halaman 37

Konsekuensi seseorang yang beriman:

Bukanlah hal yang mudah bagi seseorang untuk beriman dan teguh dengan keimanannya.

Ini karena seseorang yang beriman harus membentengi diri dan menghindari hal-hal yang dilarang Allah SWT.

Di dunia ini tidak ada manusia sempurna yang suci dari dosa.

Manusia dikenal sebagai tempatnya salah dan khilaf.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved