Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Longsor di Bali

2 Bencana Longsor di Bali, 9 Nyawa Melayang, Polda Keluarkan Imbauan Cuaca Ekstrem

Polda Bali mengeluarkan imbauan berkenaan dengan cuaca ekstrem yang akhir-akhir ini melanda Bali

Tribun Bali/Putu Supartika
Penanganan korban longsor di Ubung Kaja Denpasar - 2 Bencana Longsor di Bali, 9 Nyawa Melayang, Polda Keluarkan Imbauan Cuaca Ekstrem 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua peristiwa bencana alam longsor yang terjadi secara beruntun di Klungkung pada Minggu 19 Januari 2025 petang dan Denpasar pada Senin 20 Januari 2024 pagi mengakibatkan hilangnya sejumlah nyawa. 

Di Klungkung sebuah batu besar berdiameter 5 meter longsor menimpa sejumlah orang yang sedang meditasi di sebuah Pasraman di Banjar Cempaka, Desa Pikat. 

Kejadian ini menyebabkan 4 orang tewas dan 4 lainnya luka-luka.

Disusul Senin paginya, musibah tanah longsor terjadi di Ubung Kaja Denpasar yang menimpa kos-kosan berpenghuni. 

Baca juga: Data Terbaru Dinsos Denpasar, Korban Selamat dari Longsor di Ubung Bali Berjumlah 6 Orang

Sebanyak 8 orang menjadi korban, 5 orang tewas dan 3 luka-luka. 

"Kita ketahui bersama, cuaca Bali beberapa hari terakhir sangat ekstrem menyebabkan terjadi bencana alam di beberapa lokasi, selain material, bencana tersebut juga mengakibatkan beberapa korban jiwa, seperti di Desa Pikat Klungkung dan Ubung Denpasar," ujar Kabid Humas Kombes Pol. Ariasandy S.I.K, pada Selasa 21 Januari 2025. 

"Bencana tersebut meninggalkan duka yang mendalam bagi kita semua, terutama keluarga para korban, tentunya kita semua berharap itu bencana alam yang terakhir dan ke depan tidak terjadi lagi," sambungnya.

Berkaca pada kejadian ini, Polda Bali mengeluarkan imbauan berkenaan dengan cuaca ekstrem yang akhir-akhir ini melanda Bali, agar masyarakat senantiasa waspada terhadap bencana alam yang sewaktu-waktu mengintai. 

"Terkait cuaca ekstrem hujan disertai angin kencang yang melanda Bali dari beberapa hari terakhir hingga saat ini, kami Polda Bali mengimbau agar masyarakat selalu waspada karena bencana alam bisa terjadi kapan dan di mana saja," tuturnya. 

Polda Bali mengimbau agar menghindari berteduh atau berkendara di bawah pohon besar, hindari bepergian di lautan dan daerah perbukitan atau pegunungan saat hujan disertai angin kencang. 

Selain itu, agar masyarakat pro aktif update prakiraan cuaca dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) di handphone masing-masing.

"Manfaatkan WhatsApp grup untuk saling tukar informasi terkait cuaca berdasarkan informasi BMKG dan kondisi terkini," ujarnya

"Kita semua berharap cuaca ekstrem yang melanda Bali saat ini segera berakhir, mari kita saling mengingatkan dan jaga keselamatan diri dan keluarga agar terhindar dari bencana alam," pungkasnya. (*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved