Longsor di Buleleng

BPBD Minta Bantuan Alat Berat, Jalan Denpasar-Singaraja Terdampak Longsor, Sempat Macet Sejam

Kalak BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, sesuai laporan yang pihaknya terima, peristiwa longsor diperkirakan terjadi pukul 16.00 Wita.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Pembersihan manual - sejumlah relawan, warga, personel kepolisian dan kecamatan gotong royong bersihkan material longsor yang menutup badan jalan di Jalur Denpasar-Singaraja, Senin (20/1/2025) 

TRIBUN-BALI.COM - Musibah tanah longsor terjadi di ruas jalan Denpasar - Singaraja, tepatnya di wilayah Banjar Dinas Wirabuana, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Senin (20/1). Musibah ini mengakibatkan badan jalan nasional itu tertutup hingga berdampak pada kemacetan. 

Kalak BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, sesuai laporan yang pihaknya terima, peristiwa longsor diperkirakan terjadi pukul 16.00 Wita. Material longsor yang menutup badan jalan nasional ini, sontak menyebabkan kemacetan lalulintas. "Sempat macet selama sejam. Beruntung saat kejadian tidak ada korban jiwa," ucapnya. 

Pasca menerima laporan pihaknya segera mendatangi lokasi kejadian. Karena intensitas material tanah yang longsor tergolong besar, maka evakuasi material butuh bantuan alat berat untuk mempercepat penanganan.

Baca juga: TKP Longsor Pasraman Jro Wiranata di Desa Pikat, Jadi Lokasi Penyembuhan Alternatif dan Meditasi 

Baca juga: JENAZAH Mertayasa Ditemukan di Timur Batu Besar, Total 4 Korban Meninggal Tragedi Longsor Desa Pikat

Pembersihan manual - Sejumlah relawan, warga, personel kepolisian dan kecamatan gotong royong bersihkan material longsor yang menutup badan jalan. Senin (20/1/2025)
Pembersihan manual - Sejumlah relawan, warga, personel kepolisian dan kecamatan gotong royong bersihkan material longsor yang menutup badan jalan. Senin (20/1/2025) (MER/Tribun Bali)

 

"Kami sudah meminta bantuan alat berat berupa excavator berukuran kecil, dan sekarang sedang bergerak ke lokasi. Setelah material longsor dibersihkan, selanjutnya dilakukan penyemprotan badan jalan agar tidak licin. Intinya hari ini evakuasi material longsor harus dilakukan, mengingat ini merupakan jalan nasional utama," kata Ariadi.

Namun sembari menunggu datangnya alat berat, penanganan material longsor sementara dilakukan secara manual. Sehingga badan jalan bisa dilintasi kendaraan, serta kemacetan bisa diurai.

"Untuk penanganan sementara sudah dibantu oleh para relawan, termasuk teman-teman dari Polsek, Kecamatan, dan masyarakat. Sehingga saat ini setengah badan jalan sudah bisa dibuka, dan lalulintas diberlakukan buka-tutup," imbuhnya. (mer)

Potensi Longsor Susulan

Menurut Kalak BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, potensi longsor susulan di lokasi sekitar masih ada, apalagi jika hujan deras. Ini mengingat lokasi sekitar merupakan daerah berbukit dengan kontur tanah yang tergolong labil. 

Karenanya setelah dilakukan pembersihan, selanjutnya pihak dia akan memasang rambu peringatan agar pengguna jalan lebih waspada. 

"Selain itu kami akan memasang terpal untuk meminimalisir longsor susulan, akibat tanah yang tergerus air hujan," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved