Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Longsor di Buleleng

LONGSOR Buat 27 KK Tempekan Yeh Muncrat Terisolir di Gitgit

Peristiwa longsor melanda Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

ISTIMEWA
LONGSOR - Tim gabungan saat melakukan evakuasi material longsor di tempekan Yeh Muncrat, Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Kamis (9/4). 

TRIBUN-BALI.COM  - Peristiwa longsor melanda Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Satu tempekan yang dihuni 27 kepala keluarga (KK) dilaporkan terisolir akibat peristiwa ini. 

Perbekel Gitgit, I Putu Arcana, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Longsor terjadi pada Rabu (8/4) sekitar pukul 16.00 Wita. Di mana pada saat itu sedang terjadi hujan deras di lokasi sekitar.

“Titik longsor berlokasi di kebun milik warga bernama Nyoman Kayun (63). Memang kebun di sekitar sini kemiringannya rata-rata 45 derajat,” sebutnya, Kamis (9/4). 

Total panjang longsor mencapai 70 meter, menutup jalan setapak warga. Akibatnya satu tempekan, yakni tempekan Yeh Muncrat yang dihuni 27 KK terisolir. “Masyarakat tidak bisa keluar karena akses jalan tertutup. Begitupun anak-anak SD dan SMP tidak bisa sekolah,” imbuhnya.

Baca juga: KORBAN Banjir Keluhkan Hipertensi hingga ISPA, Puluhan Warga Diperiksa Si Dokkes Polres Jembrana

Baca juga: DLHP Tunggu Teknis Dari Pemprov, Rencana Pengolahan Kompos di Eks Galian C, Harus Ada Komitmen Jelas

 

Pasca peristiwa longsor, masyarakat sekitar segera melakukan gotong royong evakuasi material. Namun proses evakuasi dihentikan pada pukul 18.00 Wita, dengan pertimbangan kondisi cuaca buruk.

Dikhawatirkan terjadi longsor susulan. Evakuasi material longsor kemudian dilanjutkan keesokan harinya. Evakuasi melibatkan staf kecamatan, relawan desa, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan masyarakat sekitar. 

Hingga pukul 14.00 Wita, progres evakuasi hampir mencapai 60 persen. Tim gabungan terkendala material pohon besar yang ikut terseret longsor. Terlebih proses evakuasi hanya bisa dilakukan dengan cara manual.

Alat berat tidak bisa masuk ke lokasi longsor, karena merupakan jalan setapak. Meski demikian upaya membuka kembali akses jalan masih terus berlangsung hingga pukul 18.00 Wita.

“Untuk menuju 100 persen itu sisanya berat, karena banyaknya pohon yang longsor. Seperti pohon aren (jake), terus pohon cempaka ada di sana. Itu yang berat. Kalau bisa menggunakan alat berat, mungkin hanya butuh waktu dua jam saja,” ucapnya. 

Sementara itu, luas kebun warga yang longsor diperkirakan mencapai 30 are. Arcana mengatakan kebun tersebut ditanami berbagai pohon, mulai dari cengkih, enau, manggis, durian, dan sebagainya.

Selain merusak tanaman produktif, bangunan pelinggih, bale bengong, kolam ikan milik Nyoman Kayun juga mengalami kerusakan dampak longsor

“Tadi pihak BPBD sudah wawancara secara lisan dengan pemilik kebun, estimasi (kerugian) sekitar Rp100 jutaan,” ucapnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved