Berita Video

VIDEO Dagang Angkringan Pakai Kayu Bakar Untuk Memasak Gara-gara Sulit Beli Gas LPG 3 Kilogram

Salah satu pedagang, Romli, beralih menggunakan kayu bakar untuk memasak nasi jinggo, aneka gorengan, dan merebus air. 

Editor: Putu Kartika Viktriani

TRIBUN-BALI.COM - Akibat kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kilogram, pedagang angkringan di Kuta, Bali gunakan kayu bakar untuk memasak nasi jinggo serta aneka gorengan, merebus air untuk membuat kopi, dan kebutuhan berjualan lainnya. 

Salah satu pedagang, Romli, beralih menggunakan kayu bakar untuk memasak nasi jinggo, aneka gorengan, dan merebus air. 

Sejak Kamis 1 Februari 2025, ia terpaksa mencari kayu bakar di sekitar Pantai Kelan, Badung, meskipun sering ditegur.

Romli mengaku telah mencari gas hingga ke Kepaon dan Tuban, tetapi stok di pangkalan selalu kosong.

Baca juga: VIDEO Bule Bisnis Sewakan Motor di Nusa Penida, Tinggal di Bali Gunakan VISA Kunjungan

Kondisi ini mempersulit operasional usahanya, terutama karena memasak dengan kayu bakar membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan kompor gas.

Akibat keterbatasan bahan bakar, produksi nasi jinggo turun drastis, dari sebelumnya 70-80 porsi per hari saat menggunakan gas, kini hanya mampu memproduksi 12 porsi saja.

Romli mengungkapkan bahwa nyala api kayu bakar tidak merata, sehingga hasil masakannya kurang maksimal.

Selain itu, mencari kayu bakar di kawasan Kuta juga cukup sulit. Ia berharap ada solusi dari pemerintah terkait kelangkaan gas LPG 3 kg, karena kondisi ini sangat merugikan usaha kecil seperti miliknya.

(*)

baca berita lainnya di Berita Video <<<

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved