Berita Video
VIDEO Dampak Cuaca Panas, Penjualan Kipas Angin Meningkat di Gianyar Bali
BERITA VIDEO Dampak Cuaca Panas, Penjualan Kipas Angin Meningkat di Gianyar Bali
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Cuaca panas hingga mencapai 36 derajat celsius terjadi di Kabupaten Gianyar, Bali sejak Selasa 4 Februari 2025.
Bahkan banyak masyarakat yang merasa seperti dipanggang.
Parahnya, suhu panas ini tidak terjadi saat siang hari saja, tetapi hampir 24 jam penuh.
Hal ini pun membuat penjualan kipas angin mengalami lonjakan signifikan di Gianyar.
Pantauan Tribun Bali, Kamis 6 Februari 2025, hampir sebagian besar toko-toko elektronik memajang banyak stok kipas angin di depan toko mereka.
Pun dengan pekerja, sebagian besar terlihat mengutak-atik kipas angin, memastikan kipas tersebut masih berfungsi normal sebelum dijual.
Para pengunjung yang mendatangi toko-toko elektronik ini pun sebagian besar membeli kipas angin.
Tidak sedikit dari pembeli ini, yang datang ke toko elektronik ini saat malam hari.
Baca juga: Ramalan Cuaca Bali 7-9 Februari 2025: BMKG Beri Peringatan Dini Hujan Ringan Hingga Sedang
Hal itu, menunjukkan bahwa pembelian tersebut dilakukan secara mendadak karena tak kuat menahan panasnya suhu udara.
"Waduh, rasanya seperti terpanggang di dalam kamar. Ini saya ngebut ke toko, untungnya masih buka. Saya beli kipas angin, biar bisa tidur di kamar," ujar Ketut Suta, saat ditemui di Ubud, Rabu 5 Februari 2025 malam.
Pemilik Duta Ria Elektronik, Lely yang berlokasi di barat Pasar Rakyat Gianyar membenarkan bahkan sejak Rabu 5 Februari, penjualan kipas angin maupun AC, mengalami peningkatan.
Hal tersebut dikarenakan cuaca panas yang terjadi sejak Selasa.
"Biasanya penjualan kipas angin tidak menentu, bahkan saat musim hujan tidak laku sama sekali. Tapi sejak kemarin pembeli banyak yang datang cari kipas angin. Kemarin terjual lebih dari 10 unit. Tadi juga sejak pagi tadi sudah ada beberapa yang beli," ujarnya.
Selain kipas angin, penjualan es campur juga mengalami peningkatan signifikan dampak cuaca panas ini.
Seorang pedagang es campur di Ubud, Ni Putu Utami Dewi mengatakan, sejak Rabu kemarin hingga Kamis ini, permintaan es campur cukup banyak.
Di hari-hari biasa, dirinya biasa mendapatkan pesanan 10 buah es campur, namun pada Rabu kemarin melonjak menjadi 50an pesanan es campur.
"Kebetulan saya jualan bisa dipesan lewat WhatsApp, jadi kemarin permintaannya banyak sekali. Sampai-sampai kewalahan. Bahkan ada pesanan yang sampai saya tolak karena kecapekan dan stok es juga sudah habis," ujarnya.
(*)