Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Penguatan Kebudayaan Bali Akan Jadi Program Prioritas Lanjutan Koster, Ini Harapan Akademisi

Tatanan kehidupan yang mencakup kelestarian alam, kesejahteraan masyarakat, dan kemajuan kebudayaan Bali. 

Istimewa/ISI Denpasar
Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. Wayan Kun Adnyana - Penguatan Kebudayaan Bali Akan Jadi Program Prioritas Lanjutan Koster, Ini Harapan Akademisi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Salah satu program prioritas yang akan dilanjutkan Gubernur Bali terpilih, Wayan Koster selama lima tahun ke depan yakni penguatan kebudayaan Bali

Masih dengan visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, Koster akan melakukan penguatan ekonomi berbasis budaya Bali

Desa adat dan sektor pariwisata akan dikelola secara bijak, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. 

Tanggapi program penguatan budaya ini, Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana, M.Sn., mengakui bahwa pada 5 tahun kinerja Gubernur Koster pada periode pertama patut diakui sangat monumental, karena menyangkut pembangunan tatanan kehidupan masyarakat Bali yang menyeluruh, utuh, dan menyemesta. 

Baca juga: 9 KEPALA Daerah Kader PDIP Tunda Ikuti Retret di Malang, Koster Tunggu Instruksi, Ini Kata Megawati!

Tatanan kehidupan yang mencakup kelestarian alam, kesejahteraan masyarakat, dan kemajuan kebudayaan Bali

“Seluruh fondasi tatanan pembangunan telah diwujud nyatakan, dari perangkat regulasi, penguatan kelembagaan desa adat, beragam program pemajuan kebudayaan, pemberlakuan tata-titi Kehidupan berdasar kearifan lokal Sad Kerthi, dan pembangunan sarana-prasarana monumental” jelas Kun Adnyana pada Sabtu 22 Februari 2025. 

Untuk itu, pihaknya berharap hasil pembangunan 5 tahun tersebut mesti dilanjutkan pada periode kedua ini bersama Wagub Bali, Giri Prasta. 
 
Terlebih seluruh capaian pembangunan dimaksud juga telah menjadi bagian dari Haluan Pembangunan Bali ke Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125. 

Begitu juga berbagai program strategis yang diselenggarakan dalam 5 tahun tersebut benar-benar telah menjadi bagian dari tata kehidupan masyarakat, sehingga patut seluruh program dijalankan bahkan dijaga kualitas dan martabatnya. 

Hal yang dipentingkan justru hal terkait pengawasan, sehingga seluruh program strategis benar-benar terlaksana dan membumi, menjadi milik masyarakat Bali

Seperti pemberlakuan tata-titi Kehidupan Bali berdasar kearifan Sad Kerthi, yakni memaknai hari suci Tumpek, berbagai program penguatan kelembagaan desa adat, program pemajuan kebudayaan, dan beragam program strategis lainnya. 

“Sehingga, apa yang menjadi program 5 tahun ke depan bisa berjalan utuh, berkualitas, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan niskala-sekala masyarakat Bali,” bebernya. 

Sementara itu, Ketua Paguyuban Peduli Seni Drama Gong Lawas, Anak Agung Gede Oka Aryana, SH.,M.Kn mengatakan, bahwa masyarakat penggemar seni merasa bahagia karena program ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ bisa dilanjutkan kembali oleh Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta. 

Paguyuban Drama Gong Lawas akan selalu dan siap membantu program pemerintah ini. 

Sebab, program Koster-Giri sejalan dengan misi paguyuban untuk mengajegkan seni dan budaya Bali, khususnya seni drama gong yang sampai saat ini masih melekat di hati masyarakat Bali.

Untuk itu, Agung Aryana berharap agar perhatian Pemerintah Daerah Bali lebih meningkatkan perhatiannya terhadap seni budaya Bali dan para senimannya. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved