Seputar Bali

TAMPANG Pelaku Perampok dan Pembunuh di Jimbaran, Buruh Asal Jawa Timur Melawan, Berakhir Ditembak

Terduga pelaku pembunuhan seorang wanita di Jimbaran, Bali, akhirnya berhasil ditangkap usai sempat buron

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Ditangkap - Tersangka pencurian disertai kekerasan Moch Rafli hadir dengan luka memar di wajah dan dua luka tembak di kaki kanan dan kiri. TAMPANG Pelaku Perampok dan Pembunuh di Jimbaran, Buruh Asal Jawa Timur Melawan, Berakhir Ditembak 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Terduga pelaku pembunuhan seorang wanita di Jimbaran, Bali, akhirnya berhasil ditangkap usai sempat buron.

Kepolisian Bali berhasil mengamankan pelaku kurang dari 24 jam sehingga terduga pelaku dapat segera masuk tahap penyidikan.

Pelaku M. Rafli Barizi (21) berhasil diamankan di kawasan Banjar Semer, Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Minggu 23 Februari 2025, sekitar pukul 18.30 WITA. 

Peristiwa dugaan perampokan berujung tewasnya Kartini ini terjadi di Rumah Nomor 6, Perumahan Kori Nuansa Barat Blok III, Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada Minggu 23 Februari 2025, pukul 03.30 WITA. 

Viral Pemulung Barang Rongsok Curi Kiriman Paket Warga di Denpasar, Ternyata Isinya Bubur Bayi

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Bali, terduga pelaku bersembunyi di toko bangunan. 

Rafli sempat mencoba melawan petugas dan berusaha lari dari kejaran menuju pemukiman warga. 

Namun akhirnya dilakukan tindakan tegas terukur dengan timah panas. 

“Saat diamankan yang bersangkutan melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri lalu diberikan tindakan tegas terukur berupa timah panas ke arah kakinya,” ungkap sumber terpercaya Tribun Bali, pada Senin 24 Februari 2025.

Baca juga: Tak Hanya BG, Imigrasi Singaraja juga Deportasi WNA Italia Akibat Melanggar Aturan Pendakian

Kronologi Kejadian

Setelah diinterogasi, pelaku Rafli asal Desa Kepuh, Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur ini mengaku hendak merampok dengan masuk ke rumah korban menggunakan tangga. 

Ia lewat area belakang ke balkon di lantai dua, namun, aksi pelaku kepergok Kartini yang saat itu sedang keluar dari kamar. 

Rafli kemudian nekat menghabisi nyawa seorang ibu tersebut dengan pisau yang dibawa dari bedengnya. 

“Korban ditusuk berulang kali,” terangnya.

Saat itu, putri korban lalu keluar dari kamar lantas pelaku kemudian mencekik dan membenturkan ke lantai.  

Diduga pelaku kabur membawa barang milik korban berupa 2 unit handphone (HP). 

“Pelaku kabur lewat lantai dua dan turun melalui tangga di belakang rumah membawa 2 HP milik korban,” bebernya. 

Polisi saat melakukan pemeriksaan di TKP Perumahan Kori Nuansa Barat Blok III No. 6 seprang ibu dalam kondisi meninggal dunia diduga korban perampok, pada Minggu 23 Februari 2025. Kasus Perampokan di Jimbaran Bali, Ibu dan Anak Jadi Korban, K Meninggal Dunia
Polisi saat melakukan pemeriksaan di TKP Perumahan Kori Nuansa Barat Blok III No. 6 seprang ibu dalam kondisi meninggal dunia diduga korban perampok, pada Minggu 23 Februari 2025. Kasus Perampokan di Jimbaran Bali, Ibu dan Anak Jadi Korban, K Meninggal Dunia (istimewa)

Baca juga: Pemkab Badung Laksanakan Sosialisasi Implementasi Katalog Elektronik Versi 6

Kondisi Terbaru Tersangka

Rafli dihadirkan dalam press release di Polresta Denpasar, pada Senin 24 Februari 2025, dengan wajah lebam di pipi serta dua kakinya terkena timah panas. 

Ia diamankan polisi sebelum kabur ke kampung halamannya di Pasuruan. 

Ia sempat berupaya kabur melawan petugas namun akhirnya bisa dilumpuhkan petugas di daerah Kerobokan.

Rupanya ia belum lama bekerja di Bali sebagai buruh bangunan. 

Tersangka baru di Bali dalam 1 bulan terakhir dan menjadi buruh 1 minggu di belakang Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

“Tersangka sudah pesan travel hendak pulang ke kampungnya di Pasuruan,”

“Sebelum pergi berhasil ditangkap, dari TKP ia naik ojek online ke Kerobokan,” beber Kapolsek Kuta Selatan, Kompol I Gusti Ngurah Yudistira. 

“Tersangka membeli tiket terlebih dahulu dan akan dibayar ketika sampai Pasuruan dengan meminta uang ke orang tuanya, pelaku akan dijemput travel pukul 18.00 WITA sebelum itu berhasil kami amankan,” imbuhnya. 

Selain mencuri 2 HP, pelaku juga mencuri cincin emas milik korban namun barang bukti tidak ditemukan. 

Berdasarkan pengakuan pelaku, cincin tersebut jatuh saat berupaya kabur. 

“Yang dicuri 2 handphone dan 1 cincin emas, handphone belum sempat dijual, kalau cincin tidak ditemukan menurut pelaku terjatuh,” bebernya.

Dalam kejadian ini, Kartini meninggal dunia di TKP akibat ditusuk pelaku dengan 6 tusukan. 

Diungkapkan tusukan paling mematikan di leher bagian belakang. 

Lanjutnya, dari hasil olah TKP oleh identifikasi Polresta Denpasar ada 6 tusukan kepada Kartini, yaitu di belakang leher kanan dan di punggung ada lima tusukan. 

“Yang paling fatal adalah penusukan di leher. Itu nancap sampai dalam, itu menyebabkan luka dan mungkin kehabisan darah,”

“Paling parah korban ditusuk pada leher bagian belakang, ada juga di pundak dan di punggung yang mengakibatkan meninggal dunia,” bebernya. 

Tak hanya penjual Roti Bakar itu yang menjadi korban, putrinya juga menjadi korban namun nyawanya masih selamat. 

Dika Putri mengalami luka-luka akibat kekerasan dicekik hingga dibanting ke lantai oleh pelaku.

Putri keluar kamar karena mendengar teriakan ibunya ke ruang tamu. 

Di situ, anak korban melihat ibunya sudah dipukuli di atas meja ruang tamu dan keadaan terlentang. 

Dika Putri langsung menarik baju pelaku dan sempat menendang serta memukul pelaku. 

Lalu pelaku mencekik dan membanting Dika Putri ke lantai hingga pingsan. 

Setelah sadar anak korban meminta bantuan ke tetangga. 

“Anak korban ini datang mendengar teriakan mamanya, untuk membantu juga menjadi korban mengalami luka lebam di pipi sebelah kiri dan kanan, serta luka cekikan di leher,”

“Putrinya sempat dicekik, dibenturkan di lantai, makanya ada luka memar di badan di muka dan di leher,” ujarnya. 

Sementara itu, pisau yang digunakan tersangka Rafli yang dibawa dari bedeng proyek belakang TKP sempat patah dan diganti dengan pisau dapur milik korban untuk melakukan penusukan. 

“Saat peristiwa terjadi dengan modus pelaku dengan bantuan tangga yang ada di belakang rumah, ada proyek, tersangka naik angga dan ke balkon lalu turun dari balkon,” ungkap Kompol Yudistira. 

“Lalu dilihat oleh korban yang saat itu keluar dari kamar tidur dan saat itulah dilakukan penusukan dan ternyata patah pisau yang dibawa dari bedeng, di belakang rumah,”

“Diganti dengan pisau dapur di TKP dan digunakan itu dan saat dilakukan itu datang putrinya untuk membantu,” lanjutnya.

“Putrinya juga dilakukan kekerasan sampai pingsan dan barang-barang berupa 2 HP dan cincin emas,” sambungnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved