Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sponsored Content

Gunakan Kurikulum Cambridge Early Years, WIN School Bali Resmi Beroperasi

Berlokasi di Jalan Noja Saraswati No.12A, Kesiman Petilan, Denpasar, Widya Nusantara (WIN) School Bali menempati lahan seluas 60 are dengan beragam

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
WIN SCHOOL BALI - Tampak depan bangunan WIN School Bali, di Jalan Noja Saraswati No.12A, Kesiman Petilan, Denpasar. Resmi beroperasi Kamis 27 Februari 2025. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah sukses mengelola Institut Pariwisata dan Bisnis (IPB) Internasional kini Yayasan Dharma Widya Ulangun mendirikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) bertaraf internasional.

Berlokasi di Jalan Noja Saraswati No.12A, Kesiman Petilan, Denpasar, Widya Nusantara (WIN) School Bali menempati lahan seluas 60 are dengan beragam fasilitas dan layanan unggulannya.

WIN School Bali resmi beroperasi dengan melakukan soft opening ditandai memainkan angklung oleh jajaran Direksi Yayasan Dharma Widya Ulangun dan sejumlah tamu undangan lainnya, Kamis 27 Februari 2025.

WIN SCHOOL BALI - Memainkan angklung menandai soft opening WIN School Bali, di Jalan Noja Saraswati No.12A, Kesiman Petilan, Denpasar. Resmi beroperasi Kamis 27 Februari 2025.
WIN SCHOOL BALI - Memainkan angklung menandai soft opening WIN School Bali, di Jalan Noja Saraswati No.12A, Kesiman Petilan, Denpasar. Resmi beroperasi Kamis 27 Februari 2025. (Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)

Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun, Dr Drs I Nyoman Gede Astina MPd CHT CHA, mengatakan Yayasan yang sudah berusia 25 tahun ini kami menilai bahwa pendidikan itu tanpa batas kini mulai melirik pendidikan dari kecil sehingga mendirikan WIN School untuk PAUD dan TK.

“Semestinya kami dari pendidikan dini tetapi terbalik mulai Pendidikan Tinggi (IPB Internasional) baru ke pendidikan dini. Tetapi kami terbalik dan tidak apa-apa karena ini prosesnya,” ujar Gede Astina yang juga selaku Founder WIN School, saat ditemui usai kegiatan Soft Launching pada Kamis 27 Februari 2025.

Ia menambahkan WIN School ini adalah sekolah internasional khusus untuk PAUD dan TK yang kurikulumnya bekerjasama dengan Cambridge.

WIN SCHOOL BALI - Suasana salah satu ruang kelas untuk siswa TK di WIN School Bali, di Jalan Noja Saraswati No.12A, Kesiman Petilan, Denpasar. Resmi beroperasi Kamis 27 Februari 2025.
WIN SCHOOL BALI - Suasana salah satu ruang kelas untuk siswa TK di WIN School Bali, di Jalan Noja Saraswati No.12A, Kesiman Petilan, Denpasar. Resmi beroperasi Kamis 27 Februari 2025. (Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)

Kurikulum Cambridge adalah kurikulum pendidikan internasional yang mencakup semua jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. 

Kurikulum ini dikembangkan oleh Cambridge Assessment International Education (CAIE), sebuah lembaga pendidikan internasional yang berbasis di Inggris. 

“Kurikulumnya menggunakan Kurikulum Cambridge tetapi kami sangat menekankan kepada perilaku atau soft skill. Sekarang ini pendidikan usia dini dengan penekanan soft skill sangat kurang,” imbuhnya.

Jadi bagaimana anak-anak dari usia dini ini memiliki sopan santun, berperilaku yang baik, peduli sama lingkungan dan lain sebagainya. 

“Ini yang akan kita didik tetapi mereka tetap berpikir global. Oleh karena itu pendidikannya itu harus yang bertaraf internasional. Kita ingin mereka nantinya menjadi pemimpin-pemimpin internasional  itu yang kita inginkan. Jadi mulai dari WIN School ini,” jelas Gede Astina. 

Ia juga menyampaikan bahwa di WIN School kita menggunakan dasar Tri Kaya Parisudha, bagaimana dia berpikir, berbicara, berperilaku yang baik secara internasional. 

Sehingga muatan lokal atau local wisdom nya tidak terlupakan bahkan kita perkuat tetapi berpikir secara global atau internasional kita tanamkan juga agar dapat bersaing di kancah internasional dengan karakter lokalnya tetap kuat. 

Sementara itu, Rektor IPB Internasional Dr. I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA, sekaligus sebagai Co Founder WIN School, menambahkan bahwa kehadiran WIN School adalah ide dari Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun.

Ide mendirikan pendidikan sekolah usia dini dilatarbelakangi oleh melihat kondisi generasi muda kita khususnya yang sedang menempuh pendidikan di kampus IPB Internasional itu etos kerjanya kurang, disiplinnya kurang.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved