Berita Denpasar
Mahayasa: Buktikan Pengajar Tunanetra Mampu, Penyandang Disabilitas Tampil di Pre Concert Rehearsal
Asisten Pengajar di Sunar Sanggita, Marvita Adira, menekankan pentingnya keberagaman dalam pengajaran siswa para penyendang disabilitas dalam berkarya
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Sebanyak 80 peserta lebih yang mayoritas penyandang disabilitas tampil dalam ajang Pre Concert Rehearsal hasil kolaborasi sanggar musik dengan pengajar tunanetra di Indonesia Sunar Sanggita dengan Sanggar Musik Inklusi Waktra.
Penampilan dalam ajang Pre Concert ini menampilkan beragam bakat, termasuk tarian, menyanyi dan bermain musik solo, paduan suara, ensemble musik rampak jimbe, dan band yang menunjukkan dedikasi dan semangat inklusif.
"Melalui penampilan ini, kami membuktikan bahwa pengajar tunanetra mampu memberikan pendidikan musik yang bermanfaat, tidak hanya bagi perkembangan bakat musik anak, tetapi juga dalam membangun kepercayaan diri dan empati," kata Founder dan CEO Sunar Sanggita, Wiguna Mahayasa, saat dijumpai Tribun Bali belum lama ini.
Baca juga: TEWAS di Jalan By Pass Ngurah Rai, Pria Asal Probolinggo Sebelumnya Sempat Tak Sadarkan Diri
Baca juga: CORET Tol Mengwi-Gilimanuk! Megaproyek Rp891 M di Jembrana Masuk 77 Daftar PSN Era Prabowo, Hanya 1?
Pihaknya ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menciptakan karya terbaik. Dalam kolaborasi berkelanjutan bersama Sanggar Musik Inklusi Waktra, Sunar Sanggita terus memperkuat komitmen untuk pendidikan musik yang inklusif.
Pendiri Sanggar Waktra, Raden Wahyu Pancawati, mengatakan bahwa latihan konser ini bukan hanya untuk anak-anak atau penampil saja, tetapi juga untuk para guru, pelatih, pendamping, penyelenggara acara, dan pemilik venue.
"Kami semua berlatih untuk melihat apa yang sudah menjadi kekuatan kita dan apa yang menjadi kekurangan kita, sehingga pada penyelenggaraan konser yang sesungguhnya semua pihak yang terlibat sudah siap," tutur dia.
Siswa Sunar Sanggita menampilkan dua segmen utama yakni kelompok "Nada Berani" yang terdiri dari siswa berusia 8 tahun ke bawah seperti Sayi, Wikan, Ade, Afka, dan Karim. Serta penampilan individu yang menonjolkan bakat masing-masing siswa seperti Angga, Gus Kana, Handika, Laxmi, Nirmala, Agung, dan Refha.
Asisten Pengajar di Sunar Sanggita, Marvita Adira, menekankan pentingnya keberagaman dalam pengajaran siswa para penyendang disabilitas dalam berkarya.
"Kami tidak membeda-bedakan siswa kami. Semua memiliki perkembangan masing-masing dengan keunikan mereka. Kami mengajarkan agar mereka dapat saling menghargai, mendukung, dan bersatu dalam keberagaman," jelasnya.
SMP Bali Dharma School juga menampilkan bakat luar biasa dari putra-putri mereka dalam kegiatan ini. Sekolah ini telah bekerja sama dengan Sunar Sanggita, memberikan kesempatan kepada pengajar tunanetra untuk mengisi ekstrakurikuler di sekolah mereka.
Salah satu guru musik tunanetra, Didi Satria berharap SMP Bali Dharma School bisa menjadi contoh bagi sekolah lain di Bali yang membuka kesempatan seluas-luasnya kepada semua. "Tanpa melihat latar belakang maupun kondisi keterbatasan fisik," kata dia.
Cerita-cerita dari para orang tua siswa menambahkan kedalaman pada acara ini. Sri Demiyanti, ibu dari Sayi, turut merasa bangga atas penampilan putrinya. "Sayi sangat senang bisa tampil, semoga ini menjadi semangat baru agar Sayi bisa belajar lebih giat lagi," ungkapnya.
Senada, Made Mulya, orang tua Gus Kana, mengungkapkan kekagumannya terhadap kreativitas para pengajar tunanetra. "Meskipun para pengajar tunanetra ruang geraknya terbatas, namun mereka sangat luar biasa dalam kreativitas. Anak saya, Gus Kana, sangat bahagia bisa tampil duet gitar bersama gurunya yakni Kak Rai," katanya. (ian)
Kembangkan Kampung Kuliner Serangan Bali, Dispar Denpasar Tengah Jajaki CSR |
![]() |
---|
Perizinan Nuanu di Pantai Nyanyi Tabanan Disebut Belum Lengkap, Ini Hasil Sidak DPRD Bali |
![]() |
---|
Dilaporkan Warga karena Bising, Pengunjung malah Viralkan Polisi Saat Datangi Kafe di Denpasar |
![]() |
---|
Ringankan Beban Umat, PHDI Denpasar Bali Akan Gelar Upacara Menek Kelih hingga Metatah Massal |
![]() |
---|
4 Mantan Karyawan Berkomplot Lakukan Aksi Pencurian di Denpasar Bali, Gasak 6 Karton Vitamin Rambut |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.