Berita Video
VIDEO Banyak Siswa SMP di Buleleng Disebut Belum Bisa Baca, Koster Minta Telusuri Kebenaran
BERITA VIDEO Banyak Siswa SMP di Buleleng Disebut Belum Bisa Baca, Koster Minta Telusuri Kebenaran
TRIBUN-BALI.COM - Gubernur Bali Wayan Koster menyoroti temuan bahwa ratusan siswa SMP di Buleleng mengalami gangguan belajar seperti tidak bisa membaca dan menulis, yang menurutnya tergolong aneh karena kemampuan dasar seperti calistung seharusnya sudah dikuasai sejak SD.
Ia meminta Bupati dan Wakil Bupati Buleleng menelusuri kebenaran informasi ini, serta menginstruksikan seluruh kabupaten/kota di Bali untuk melakukan pendataan terkait disleksia atau gangguan belajar lainnya.
Koster menekankan perlunya penguatan sistem pendidikan jika informasi ini benar, mengingat dari 34.062 siswa SMP di Buleleng, 363 di antaranya mengalami gangguan belajar dengan rincian 155 siswa tidak bisa membaca dan 208 siswa tidak lancar membaca.
Baca juga: VIDEO Koster Imbau Warga Sekitar Turyapada Tower Bali Tak Jual Tanah, Minta Bupati Terbitkan Perda
Baca juga: VIDEO Gubernur Bali Koster Ungkap Tol Gilimanuk-Mengwi Masih Dalam PSN Bahkan Masuk Ke Dalam RPJMN
Menurut Disdikpora Buleleng, gangguan belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal.
Faktor internal termasuk motivasi rendah, kemampuan kognitif terbatas, dan kurangnya minat membaca, sementara faktor eksternal mencakup dampak pembelajaran jarak jauh, kesenjangan literasi dari SD, pemahaman keliru tentang kurikulum merdeka, serta kurang fokusnya guru akibat beban administrasi.
Plt. Kepala Disdikpora Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, juga menambahkan bahwa ketakutan guru terhadap ancaman hukuman dan sanksi sosial membuat mereka enggan menegur atau memberi disiplin, yang berdampak pada keberanian dalam mempertahankan standar kompetensi siswa.
(*)