Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

bisnis

SOSOK Kartini Modern PLN, Elashinta dan Imadya Nareswari Rela Korbankan Waktu Bersama Keluarga

Kedua manager ini memahami betul bahwa listrik bukan sekadar kebutuhan, melainkan nyawa bagi aktivitas masyarakat modern.  

Tayang:
(Istimewa/Humas PLN UID Bali)
Manager PT PLN (Persero) UP3 Bali Timur Imadya Nareswari (berjilbab kedua dari kiri) adalah salah satu Srikandi PLN yang senantiasa dekat dengan pelanggan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Di tengah terik matahari atau hujan lebat, ketika masyarakat menikmati waktu berkualitas bersama keluarga, dua sosok perempuan tangguh ini justru kerap harus bergegas meninggalkan rumah mereka. 

Elashinta, selaku Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Utara, dan Imadya Nareswari, Manager UP3 Bali Timur, telah menjadikan pengabdian kepada masyarakat melalui layanan listrik sebagai panggilan jiwa.  

Kisah perjuangan mereka, layaknya Kartini masa kini yang tak hanya berjuang untuk kesetaraan gender, tetapi juga membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi ujung tombak pelayanan publik.

Baca juga: PEMKAB Buleleng Buat Program Penyetaraan di Kecamatan, Tindaklanjut Minimnya Rata-rata Lama Sekolah

Baca juga: GIRI PRASTA Dirumorkan Bakal Jabat Ketua DPD PDIP Bali? Simak Penjelasannya Berikut Ini

"Pernah di momen Lebaran, ketika semua keluarga berkumpul, saya harus tetap siaga memastikan listrik tetap andal agar tak ada gangguan listrik di sisi pelanggan," kenang Elashinta dengan nada haru, Selasa 22 April 2025.

Imadya Nareswari pun mengalami hal serupa. “Malam tahun baru, saat suara kembang api memenuhi udara, saya justru berada di posko siaga untuk memastikan tak ada pemadaman yang mengganggu kebahagiaan masyarakat," ujarnya. 

Kedua manager ini memahami betul bahwa listrik bukan sekadar kebutuhan, melainkan nyawa bagi aktivitas masyarakat modern.  

Di balik kesibukannya memimpin unit pelayanan, mereka menghadapi dilema yang sama yakni bagaimana membagi waktu antara tanggung jawab profesional dan kehidupan keluarga. 

“Hidup jauh dari keluarga demi mengabdi kepada negara adalah pilihan yang saya ambil, sehingga ada momen-momen penting keluarga yang tak jarang dilewatkan," cerita Imadya dengan senyum penuh semangat. 

Elashinta menambahkan, saya selalu berusaha menjelaskan bahwa ini adalah bentuk pelayanan kami kepada banyak keluarga lain.

Tak hanya unggul dalam pelayanan teknis, keduanya juga aktif membina generasi muda, khususnya perempuan, untuk terjun ke dunia ketenagalistrikan. 

“Kami ingin mematahkan stigma bahwa dunia teknik adalah dominasi laki-laki," tegas Imadya. Elashinta menyampaikan, sebagai perempuan, kita justru memiliki kepekaan khusus dalam memahami kebutuhan pelanggan.

Di hari-hari biasa ketika tak ada gangguan, itulah momen paling membahagiakan bagi mereka. “Melihat masyarakat bisa beraktivitas dengan lancar, anak-anak bisa belajar dengan nyaman, itu kebahagiaan yang tak ternilai," ucap Imadya penuh syukur. 

Elashinta menambahkan, pihaknya tidak hanya menjaga aliran listrik, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat. Kisah dua Kartini modern PLN ini menjadi bukti nyata, bahwa semangat pengabdian tanpa pamrih masih hidup di era digital. 

Mereka tidak hanya menerangi rumah-rumah warga Bali, tetapi juga menjadi pelita yang menerangi jalan bagi perempuan Indonesia di dunia teknik dan pelayanan publik.(*)

 

Sumber: Tribun Bali
Tags
Kartini
PLN
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved