Bisnis
BANK Semakin Serius Tumbuhkan Bisnis Paylater, Simak Alasannya
Rahma menilai produk BNPL di bank saat ini sudah bukan sekadar tren, tapi sudah mulai masuk ke dalam fase ekspansi struktural.
TRIBUN-BALI.COM - Bisnis buy now pay later (BNPL) perbankan tercatat semakin moncer saja pada kuartal pertama tahun ini. BNPL dinilai bisa jadi taji baru bagi pertumbuhan kredit bank, meski ada risiko yang mengintai.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, baki debet BNPL bank pada kuartal I-2026 mencapai Rp 28,3 triliun atau naik 24,2 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Sedangkan, jumlah pengguna BNPL bank juga tercatat naik dengan total 30,81 juta rekening. Sejumlah bank memang mencatatkan adanya pertumbuhan pada bisnis BNPL di kuartal-1 2026. Salah satunya adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Heryn menyebut hingga Maret 2026, outstanding Paylater BCA mencapai Rp 342 miliar. Sedangkan, jumlah penggunanya juga naik 9 % yoy menjadi 192.000 nasabah.
Baca juga: HARGA Minyakita Capai Rp 15.900 Per Liter, KSP Soroti Saja, Sebut Waspada? Simak Beritanya!
Baca juga: WARGA Panik! Antrean Beli BBM di Nusa Penida Mengular, Polisi Imbau Masyarakat Tetap Tenang
“Sejalan dengan dinamika industri, kinerja Paylater BCA hingga Kuartal 1-2026 tetap menunjukkan pertumbuhan yang sehat. Perseroan mencermati adanya pertumbuhan transaksi paylater, terutama untuk kebutuhan transaksi ritel serta mobilitas dan konsumsi nasabah,” kata Hera, Selasa (5/5).
Selain itu, Hera memastikan kualitas portofolio paylater banknya tetap terjaga dengan baik. Ia berharap posisi portofolio paylater BCA tetap bisa tumbuh positif dengan kualitas terjaga sampai akhir tahun nanti.
PT Allo Bank Indonesia Tbk juga mencatat kenaikan pada penggunaan produk BNPL. Head of Digital Strategy Allo Bank, Destya D. Pradityo mengatakan, outstanding BNPLnya tumbuh sampai lebih dari 20 % yoy pada kuartal 1-2026. Jumlah pengguna BNPL Allo Bank juga meningkat, Destya mencatat hingga kuartal 1-2026, pengguna BNPL banknya sudah lebih dari 2,3 Juta nasabah.
Menurutnya, pertumbuhan layanan BNPL ini didorong oleh keinginan nasabah akan layanan yang instan dan mudah. Ia pun memastikan penyaluran BNPL Allo Bank akan tetap dilakukan secara selektif.
“Ke depan, kami melihat BNPL masih akan menjadi salah satu kontributor penting dalam pertumbuhan kredit ritel digital Allo Bank, dengan fokus pada peningkatan kualitas pengguna dan utilisasi yang berkelanjutan,” kata Destya.
Mencermati tren ini, Guru Besar Universitas Airlangga Rahma Gafmi menilai, BNPL punya peluang besar untuk menjadi salah satu penopang pertumbuhan kredit bank ke depannya.
Rahma menilai produk BNPL di bank saat ini sudah bukan sekadar tren, tapi sudah mulai masuk ke dalam fase ekspansi struktural. Ia pun menyebut BNPL bisa jadi sumber pendapatan yang menjanjikan untuk bank.
“BNPL bisa diakses hanya dengan beberapa klik saja, sehingga dapat menghilangkan hambatan psikologis dan administrasi yang biasanya ada pada kartu kredit konvensional,” kata Rahma.
Rahma juga memproyeksi bank akan mulai menggunakan produk BNPL untuk melakukan cross-selling bersama produk kredit lain yang lebih besar, seperti kredit kendaraan bermotor (KKB) atau kredit perumahan rakyat (KPR).
Lajunya digitalisasi juga memungkinkan bank untuk menyalurkan kredit lewat BNPL tanpa menambah beban operasional.
Akan tetapi, perkembangan BNPL bukan tanpa risiko. Rahma mengatakan BNPL yang sejatinya merupakan kredit tanpa agunan alias unsecured loan punya potensi sangat tinggi untuk mengalami penurunan kualitas.
“Jika pertumbuhan ini didominasi oleh nasabah yang menggunakan paylater untuk kebutuhan konsumtif tanpa kenaikan pendapatan yang sepadan, maka perbankan sebenarnya sedang menumpuk “kerapuhan” di neraca mereka,” kata Rahma.
Jika bank ingin memacu skala bisnis BNPL-nya, maka bank juga harus bisa mengimbanginya dengan manajemen risiko yang baik. (kontan)
| WALAU Goncangan Geopolitik, OJK Catat Kinerja Intermediasi Perbankan Tumbuh & Terus Mendorong UMKM |
|
|---|
| IMING-iming Pajak 0 Persen, KEK Kura-Kura Jadi Indonesia Financial Center? Saingi Dubai & Singapura! |
|
|---|
| TransNusa Raih Penghargaan Top Airlines by Absolute Passenger Growth – Southeast Asia Category |
|
|---|
| SINYAL Positif Kebangkitan Industri Bahan Bangunan, Home Deco Expo Bali pada 20-23 Mei 2026 |
|
|---|
| Beras Lokal Belum Maksimal Terserap di FSJ |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pekerja-merapikan-barang-elektronik-di-gerai-ritel-di-Jakarta-Rabu-65-Gerai-ini-menawarkan.jpg)