IFSC Climbing World Cup 2025
IFSC Climbing World Cup 2025: 3 Wakil Putra Indonesia Melaju ke Semifinal, Putri Lintang Tak Lolos
Tiga atlet panjat tebing Indonesia berhasil melaju ke babak Semifinal International Federation Sport Climbing (IFSC) Climbing World Cup 2025.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tiga atlet panjat tebing Indonesia berhasil melaju ke babak Semifinal International Federation Sport Climbing (IFSC) Climbing World Cup 2025 di nomor Lead setelah melalui babak kualifiikasi, di Peninsula Island, Nusa Dua pada Jumat 2 Mei 2025.
Indonesia menerjunkan 6 atlet putra dan 6 atlet putri pada nomor Lead, namun hanya ada 3 putra yang berhasil lolos ke semifinal, ketiga atlet tersebut adalah Putra Tri Ramadhani, Raviandi Ramadhan, Muhammad Rizky Syahrafli Simatupang.
Di rute pertama Tri Ramadani Putra berada di peringkat ke 24. Lalu di rute kedua ia berada di peringkat keempat dengan mengumpulkan 10,82 poin.
Kemudian Raviandi menduduki posisi ke 12 dengan 13,28 poin. Dan, Muhammad Rizky berada di peringkat 24 dengan 20,51 poin.
Akan tetapi, atlet perempuan di kategori lead asal Indonesia tidak ada yang melaju ke semifinal. Atlet andalan Indonesia, Sukma Lintang Cahyani hanya menduduki di posisi 28.
Dijumpai di lokasi, Ketum PP FPTI Yenny Wahid menyampaikan bahwa capaian atlet Indonesia di nomor lead ini sudah melebih target, meskipun butuh waktu untuk menembus posisi tiga besar.
“Butuh waktu bagi FPTI untuk bisa menaikkan peringkat di nomorlead. Masih ada beberapa tahun lagi sebelum Olimpiade 2028, Los Angeles. Minimal mereka bisa menjadi peserta,” ujar Yenny Wahid.
Pihaknya berharap Tri Ramadani, Raviandi dan Muhammad Rizky bisa menciptakan keajaiban di IFSC Climbing World Cup 2025.
“Sejauh ini, masih dirajai Jepang, Inggris juga. Saya harap ada keajaiban,” ucapnya.
Ia menambahkan, bahwa saat ini masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dibenahi untuk bisa memperbaiki nomor lead Indonesia di kancah dunia.
Kata dia, salah satu yang krusial adalah mengubah sistem pendidikan yang selama ini tidak mengajarkan siswa untuk berpikir kritis.
Baca juga: Koster Minta PLN Cepat Tangani Blackout, Jangan Sampai Ganggu Kuningan dan World Cup Panjat Tebing
Karena kebetulan di lead, seorang pemanjat tebing membutuhkan kecepatan berpikir dalam mengalisa jalur yang dibuat.
“Karena disini butuh kemampuan yang kritis. Bagaimana jalur lead ini bisa mengatarkan ke atas. Sistem pendidikan di Indonesia ini perlu dibenahi karena berpikir kritis belum diajarkan,” tuturnya.
“Disamping itu, teknologi poin harus diperbarui dan membutuhkan miliaran untuk memperbaruinya. Kami masih melobi pemerintah untuk membantu persediaan sarana dan prasana,” pungkas Yenny.
Kejuaraan dunia yang akan digelar pada 2–4 Mei 2025 di Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, ini merupakan bagian dari rangkaian IFSC Climbing World Cup Series 2025 yang mempertemukan atlet-atlet panjat tebing terbaik dunia.
Total 221 atlet dari 32 negara akan berpartisipasi dalam dua nomor kompetisi utama Lead dan Speed.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/IFSC-Climbing-World-Cup-Series-2025-di-Peninsula-Island.jpg)