Bali Black Out
Koster Minta PLN Cepat Tangani Blackout, Jangan Sampai Ganggu Kuningan dan World Cup Panjat Tebing
Koster Minta PLN Cepat Tangani Blackout, Jangan Sampai Ganggu Hari Raya Kuningan dan World Cup Panjat Tebing
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, I Wayan Koster tanggapi kejadian blackout atau pemadaman listrik yang terjadi hampir diseluruh Bali.
Koster menjelaskan, pihaknya telah mendapatkan laporan dari General Manager PLN Bali terkait penanganan blackout.
“Memang ada gangguan pada pembangkit dan transmisi sehingga 80 persen listrik di Bali tidak hidup sejak jam 16.00 wita. Tapi sistem sudah berhasil diatasi secara bertahap sehingga pukul 18.00 sudah hidup lagi mencapai 50 persen wilayah Bali,” jelas, Koster pada, Jumat 2 Mei 2025.
Lebih lanjutnya, Koster mengatakan PLN berjanji dalam beberapa jam ke depan seluruhnya listrik di Kabupaten/Kota di Bali dapat menyala kembali.
“Saya sudah perintahkan agar dilakukan percepatan jangan sampai mengganggu pelaksanaan Hari Raya Kuningan, berbagai aktivitas pariwisata, kejuaraan dunia panjat tebing di Nusa Dua, dan aktivitas masyarakat,” bebernya.
Baca juga: UPDATE Daftar Wilayah di Bali yang Listriknya Sudah Menyala Pasca Alami Blackout 2 Mei 2025 Sore
Sekedar info, saat ini di Bali memiliki ketersediaan energi sebesar 1.155 MW yang bersumber dari pembangkit tenaga listrik di Bali sebesar 815 MW dan dari luar Bali (Paiton) lewat kabel laut sebesar 340 MW.
Kondisi ini menunjukan bahwa Bali masih tergantung pada pasokan listrik luar Bali, sehingga sangat beresiko terjadi gangguan penyaluran yang berakibat pada pemadaman listrik.
Pasokan listrik luar Bali masih bersumber dari bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan, kebutuhan listrik di Bali terus meningkat seiring peningkatan jumlah penduduk, industri, infrastruktur dan transportasi.
Karena itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, bertekad kuat menjadikan Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih, melalui pembentukan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dan Surat Edaran Gubernur Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Provinsi Bali.
Baca juga: Pakai Genset Untuk Pasokan Listrik saat Mati Lampu, SPBU di Bali Beroperasi Normal Selama Black Out
Gubernur Bali kukuh dan tegas tidak mengizinkan pihak manapun untuk menambah pasokan energi dari luar Bali, bahkan pasokan energi listrik dari Paiton, Jawa Timur kapasitas 340 MW akan difungsikan sebagai cadangan.
Berikut kondisi kelistrikan di Bali Pukul 18:30 WITA, untuk penormalan beban sudah mencapai 50 persen dengan kondisi kelistrikan di Kabupaten yang sudah menyala yakni :
1. Kota Madya Denpasara
- Wilayah Renon
- Tohpati
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.