Berita Bali
Kementerian Pariwisata Dorong Bali Jadi Destinasi Wisata Kesehatan, Vinsensius: Pemerintah Peduli
Vinsensius menyampaikan bahwa Beautiverse memiliki keterkaitan dengan wisata kesehatan.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu mendorong Bali sebagai destinasi wisata kesehatan (health tourism destination).
Kementerian Pariwisata pun mengapresiasi inisiasi Alpha Seven Creative Event menyelenggarakan Beautiverse yang sejalan dengan upaya tersebut.
Beautiverse secara resmi bergulir di Sanur, selama 3 hari pada 2-4 Mei 2025, juga dihadiri Ketua Dekranasda Bali Ny Putri Koster, General Manager The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection Ed Brea dan Inisiator Beautiverse, Dr. Paulus Herry Arianto, M.A., CBC.
"Tapi kali ini terobosan anak bangsa membuat event yang menghadirkan industri beauty dan wellness yang IP Base Indonesia dan itu sudah dicatatkan untuk Hak atas Kekayaan Intelektualnya," kata Vinsensius.
Baca juga: Dukung Percepatan Kesiapan Wisata Kesehatan, JEC-Bali Hadirkan Teknologi ReLEx® SMILE
Vinsensius menyampaikan bahwa Beautiverse memiliki keterkaitan dengan wisata kesehatan.
Wisata kesehatan disebut memiliki dua komponen pendukung, yakni medical tourism dan wellness tourism.
"Pemerintah sangat peduli dengan perkembangan industri ini. Karena selama ini kita lihat banyak sekali orang Indonesia pergi ke luar negeri hanya untuk medical checkup, hanya untuk wellness," kata dia.
"Sementara kita dengan kekayaan alam dan seluruh produk wellnessnya luar biasa, tetapi tidak kita kapitalisasi dan manfaatkan," imbuhnya.
Sementara itu, Inisiator Beautiverse, Dr. Paulus Herry Arianto, M.A., CBC berharap embrio Beautiverse dapat menggema hingga mancanegara.
"Beautiverse menjadi ajang perdana pameran produk kecantikan dan rangkaian aktivitas kesehatan holistik di Bali yang mengusung prinsip keberlanjutan dan pemberdayaan,” kata CEO Alpha Seven Creative Event tersebut.
“Event ini bertujuan mengangkat Sanur sebagai lokasi yang menunjang pariwisata minat khusus seperti perawatan diri dan kesehatan holistik,” lanjutnya.
Dijelaskannya, ajang ini mempertemukan beauty and wellness enthusiast.
“Kami mengajak peserta untuk menjelajahi tren terbaru dan menjalin koneksi dengan para pemimpin industri, pakar, dan pengusaha lokal,” ujar CEO Alpha Seven Creative Event tersebut.
Event ini dihadiri lebih dari 60 tenant/brand untuk pameran, dan pengisi acara berisi workshop, experience, exhibition. Paulus menyebut, Beautiverse mengusung konsep B2C (Business to Consumer).
“Karena konsepnya B2C, kami ingin pelaku industri dan konsumen mendapat benefit dari event ini,” tegasnya.
Berbicara pangsa pasar, Paulus mengemukakan, pihaknya menyasar kunjungan dari masyarakat lokal, wisatawan domestik, maupun turis mancanegara yang sedang berada di Bali.
“Mereka diharapkan hadir dan dapat menikmati rangkaian acara yang mengangkat industri kecantikan yang terintegrasi dengan konsep wellness pada usia 15-40 tahun,” pungkas Paulus. (*)
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.