Berita Denpasar
Pemkot Denpasar Berkomitmen Wujudkan Kota yang Inklusif, Fasilitasi Anak-Anak Berkebutuhan Khusus
Wawali Denpasar, Arya Wibawa menyampaikan, bahwa Kota Denpasar berkomitmen untuk menjadi Kota Denpasar yang inklusif.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri peringatan HUT ke-28 Pradnyagama di Gedung Dharma Negara Alaya, Bali, Sabtu 24 Mei 2025.
Pradnyagama merupakan Pusat Layanan Psikologi dan Tumbuh Kembang Anak yang telah berpengalaman lebih dari 27 tahun di Kota Denpasar, Bali.
Sebagai biro psikologi terkemuka, Pradnyagama terus berkomitmen memberikan pelayanan profesional di bidang psikologi anak dan keluarga.
Saat ini, Pradnyagama memiliki lima layanan utama, yaitu terapi, konsultasi, asesmen psikologi, training center, serta pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Baca juga: Pemkot Denpasar Bali Akan Tambah Minimal 5 TPS3R, Gencarkan Penanganan Sampah Berbasis Sumber
Hadir juga dalam kesempatan ini Ketua GOW Kota Denpasar Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar Ida Ayu Widnyani Wiradana, Kepala Dinas P2AP3KB Kota Denpasar IGA. Sri Wetrawati, Founder Pradnyagama Retno IG Kesuma, dan instansi terkait lainya.
Wawali Denpasar, Arya Wibawa menyampaikan, bahwa Kota Denpasar berkomitmen untuk menjadi Kota Denpasar yang inklusif.
Inklusif itu adalah kota-kota yang memang memfasilitasi semua kebutuhan masyarakat yang salah satunya memfasilitasi anak-anak berkebutuhan khusus.
“Komitmen itu (kota inklusif) yang selalu kita pertahankan dan kita wujudkan. Dan kita hadir langsung untuk ikut merayakan ulang tahun yang ke-28 sekolah Pradnyagama,” ujar Wawali Denpasar, Arya Wibawa.
Ia pun mengapresiasi kehadiran Pradnyagama yang khusus bergerak di sekolah kaitan dengan kesehatan mental.
Dan pihaknya akan melakukan kolaborasi dengan Pradnyagama dalam bidang kesehatan mental.
“Tadi sudah saya langsung perintahkan kepala dinas yang hadir untuk segera menindaklanjuti kerja sama nanti antara Pemerintah Kota Denpasar dengan stakeholder-stakeholder yang bergerak di bidang kesehatan mental salah satunya adalah Pradnyagama ini. Kita akan susun dengan MoU dan PKS karena itu akan lebih memperkuat kita,” jelasnya.
Menurut Wawali Arya Wibawa, pasca jenjang atau selesai jenjang (lulus SMK) mereka di Pradnyagama ini kita juga harus sambut mereka.
Anak-anak yang berkebutuhan khusus itu atau siswa-siswa itu untuk bisa lebih siap lagi ikut bertahan di era sekarang ini.
“Kita di Pemerintah Kota Denpasar juga sudah menyiapkan ruang-ruang kreatif tidak hanya bagi masyarakat Kota Denpasar yang normal mohon maaf, tetapi yang berkebutuhan khusus pun sudah kita siapkan ruang-ruang kreatif. Sehingga mereka lebih siap menghadapi era teknologi seperti sekarang ini,” imbuh Wawali Denpasar, Arya Wibawa.
Lebih lanjut disampaikan Wawali Arya Wibawa, tentu tidak berhenti di Pradnyagama siapa tahu nanti ada di sekolah lain yang bergerak di bidang yang sama, ia akan lakukan kerja sama, sehingga berkomitmen Kota Denpasar menjadi Kota Inklusif itu bisa tetap dipertahankan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.