Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

bisnis

2.000 Pekerja Pariwisata Bali Akan Ikuti Pelatihan AI, Simak Penjelasannya!

Selain pekerja pariwisata RSA juga menargetkan sebanyak 10.000 penerima manfaat dari berbagai daerah di Indonesia.

TRIBUN BALI/ NI LUH PUTU WAHYUNI SRI UTAMI
KICK OFF – Suasana pembukaan atau kick off program peningkatan keterampilan AI di Griya Santrian Sanur, Denpasar, Jumat (20/6). 

TRIBUN-BALI.COM – Sebanyak 2.000 pekerja pariwisata di Bali akan ikuti program AI Opportunity Indonesia atau inisiatif pelatihan kecerdasan buatan (AI) berskala nasional yang dibuat oleh Remote Skills Academy (RSA). 

Selain pekerja pariwisata RSA juga menargetkan sebanyak 10.000 penerima manfaat dari berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut  berasal dari sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), bukan karyawan, hingga pekerja pendapatan rendah di daerahnya. 

Ketua Yayasan RSA Indonesia, Nafinia Putra mengatakan memilih Bali karena Remote Skill Indonesia dimulai di Bali pada tahun 2021. “Kami dulu mulai membuka inisasi ini untuk membantu tenaga kerja di hospitality and tourism pada saat Covid-19. 

Baca juga: PARQ Ubud ‘Eks Kampung Rusia’ Bakal Alih Fungsi Jadi Akomodasi Pariwisata 

Baca juga: KALAU Gagal Cukup Satu Periode Saja! Koster Target PDIP Buleleng Tambah 7 Kursi pada Pemilu 2029

Jadi memang untuk program skilling ini dilakukan di Bali dulu, sebelum kota-kota lain di Indonesia,” bebernya saat ditemui di acara Kick off Program Peningkatan Keterampilan AI di Griya Santrian Sanur, Denpasar, Jumat (20/6).  

Saat memulai program ini di masa Pandemi Covid-19, saat itu tenaga kerja sektor pariwisata kehilangan pekerjaan sehingga dibuatkan inisiasi pelatihan gratis untuk virtual assisten dan ternyata antusiasme sangat tinggi. 

Selain itu juga mulai dilakukan program reguler untuk membantu tenaga kerja pariwisata lebih meningkatkan skill ke dunia virtual assistant, digital remote worker sehingga memberikan peluang ekonomi yang lebih baik. 

“Jumlah tenaga kerja pariwisata yang ikut pelatihan ditargetkan 2 ribu. Yang diajarkan penggunaan tools AI LM karena didanai oleh Google, kita akan gunakan Gemini, bagaimana berinteraksi dengan Gemini atau membuat sebuah aplikasi dan tools pakai Gemini,” imbuhnya. 

Untuk mengikuti pelatihan AI ini tidak ada batas usia selama tenaga kerja masuk pada eligibility sektor UMKM, un employee, low income di daerahnya dan sektor pariwisata yang akan diutamakan untuk mengikuti pelatihan ini. 

Diperlukan waktu lama melatih tenaga kerja pariwisata menggunakan AI. Pelatihan ini dapat dikatakan merupakan starting point. Pasalnya melatih teknologi tidak sesingkat yang dibayangkan. 

Menurutnya ada fase-fase dan pelatihan ini sangat mendasar begitu sudah melakukan pelatihan harusnya sudah memiliki modal agar bisa lebih advice. 

“Harapannya mendorong teman-teman yang masih ragu untuk adopsi penggunaan AI karena masih banyak yang takut bahwa tenaga kerja akan digantikan.

Padahal AI ini, sebuah alat sama seperti kita menggunakan laptop dan smartphone. Jadi harapannya semoga lebih banyak tenaga kerja di sektor pariwisata terbuka ikuti pelatihan gratis ini yang akan dilakukan sampai November 2026,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adnyana yang hadir pada acara tersebut mengatakan AI dapat meningkatkan Bali sebagai destinasi unggulan. Digitalisasi bukan pilihan tapi sudah kewajiban untuk dilakukan. 

“Untuk pariwisata yang dilihat di frontliner atau customer service dan promosi. Karena sekarang customer service butuh 24 jam, wisatawan datang dari seluruh dunia dengan jam berbeda-beda.

Dengan sistem checkbot AI dan sebagainya bisa terlayani 24 jam. Tinggal kita masukan produk kita, jadi wisatawan bisa menghubungi sistem promosi kita,” kata pria yang akrab disapa Gus Agung. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved