SPMB 2025

Orang Tua Siswa Kesulitan Akses Daftar SPMB di Bali, UPTD Disdikpora Akui Ada Kendala Teknis

sistem menjadi lambat dan tidak dapat diakses secara optimal oleh sebagian besar pengguna.

Tribun Bali/Dwi S
ilustrasi sekolah sma - Orang Tua Siswa Kesulitan Akses Daftar SPMB di Bali, UPTD Disdikpora Akui Ada Kendala Teknis 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Hari pertama pendaftaran online Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMA/SMK Tahun Ajaran 2025/2026 di Provinsi Bali dikeluhkan orang tua siswa yang kesusahan mengakses sistem pendaftaran di laman bali.spmb.id. sejak pagi pukul 08.00 WITA. 

Hingga pukul 10.00 WITA, gangguan masih berlangsung dan sistem belum bisa diakses dengan optimal. 

Tanggapi hal tersebut, Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan Disdikpora Bali, Luh Made Seriarningsih, S.Kom., MAP., mengakui adanya kendala teknis dalam proses pendaftaran online.

“Siswa mengupload file rapor di atas batas maksimal, seharusnya maksimal 10 MB,” jelasnya, Senin 30 Juni 2025. 

Baca juga: Jadwal Penerimaan SPMB Bali 2025/2026, Lengkap Link Daftar, Jalur Penerimaan dan Syarat Umum

Ia menjelaskan, gangguan terjadi karena banyak calon murid mengunggah dokumen rapor dengan ukuran melebihi batas maksimal yang telah ditentukan sistem. 

Akibatnya, sistem menjadi lambat dan tidak dapat diakses secara optimal oleh sebagian besar pengguna.

Meski begitu, pihak Disdikpora Bali memastikan masalah tersebut sudah ditangani secara intensif. 

“Sampun ditindaklanjuti oleh tim teknis,” imbuhnya.

Seriarningsih juga menegaskan bahwa secara umum sistem masih berjalan cukup lancar. 

Hingga Senin pagi, pendaftar melalui jalur nilai rapor telah mencapai lebih dari delapan ribu siswa.

“Dari sisi sistem masih cukup lancar. Sampai dengan saat ini, di salah satu jalur (yaitu jalur rangking nilai rapor) sudah ada 8.143 jumlah murid yang melakukan pendaftaran. Itu mengindikasikan sistem berjalan dengan baik,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ada kendala minor yang berasal dari perbedaan kualitas akses internet masing-masing calon murid. 

Proses unggah dokumen rapor yang berukuran besar, ditambah dengan jaringan internet yang terbatas, menjadi faktor yang memperlambat proses pendaftaran.

“Murid yang mendaftar dengan akses internet yang minim, proses mendaftarnya jadi cukup lama, karena ada proses unggah rapor, di mana file rapornya pasti besar, dan jaringan internetnya pasti mempengaruhi calon murid saat upload, karena kan setiap device dan jaringan, pasti ada kapasitasnya, berapa dia bisa upload dan berapa dia bisa download,” ungkapnya.

Sebagai solusi, Disdikpora Bali telah melakukan penyesuaian agar calon murid yang mengalami kendala tidak wajib mengunggah dokumen rapor pada tahap awal pendaftaran.

“Saat ini kendala upload dokumen rapor sudah kami tangani, dan calon murid yang terkendala tidak wajib mengunggah dokumen rapor saat mendaftar. Nanti saat daftar ulang baru wajib membawa dokumen rapor aslinya,” tutupnya. 

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved