Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Duh, Harga Daging Ayam dan Bawang Merah Mulai Naik, Imbas Cuaca dan Kenaikan Biaya Pengiriman

Dari data Info Pasar Denpasar per Senin, (28/7/2025), harga bawang merah Rp 50 ribu yang sebelumnya Rp 45 ribu. Sedangkan untuk harga daging ayam

Penulis: Putu Supartika | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Putu Supartika
DAGANG SEMBAKO - Proses jual beli kebutuhan pokok di Pasar Badung, Denpasar, beberapa waktu lalu.  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Saat ini, harga bawang merah dan daging ayam mulai naik di pasaran. Bahkan bawang merah di Denpasar menyentuh Rp50 ribu per kilogram dan daging ayam Rp 37 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. 

Dari data Info Pasar Denpasar per Senin, (28/7/2025), harga bawang merah Rp 50 ribu yang sebelumnya Rp 45 ribu. Sedangkan untuk harga daging ayam terpantau Rp 37 ribu per kg.

Salah seorang distributor daging ayam potong, I Nyoman Widiarsa mengatakan, kenaikan harga daging ayam saat ini ada dipengaruhi oleh kenaikan biaya transportasi. Selain juga harga ayam hidup yang saat ini tinggi. 

Baca juga: MENDIANG Nengah Sudana Ternyata Tulang Punggung Keluarga, Korban Tajen Maut di Kesiman Denpasar

Ia mengaku untuk mengantisipasi kekurangan pasokan di tengah antrean panjang di pintu masuk Bali, pihaknya menambah stok daging 2 hingga 3 kali lebih banyak dari biasanya. 

Dirinya merasa pasokan saat ini masih tersendat, meski kondisi kemacetan dikatakannya sudah mulai berkurang.  

"Semenjak cuaca buruk dari 2 bulan lalu, kita sudah naikin stok 2-3 kali dari biasanya untuk antisipasi," terangnya. 

Dengan adanya tambahan biaya transportasi dan naiknya harga ayam hidup membuat harga daging ayam pun naik. Menurutnya, kenaikan harga daging ayam saat ini mencapai 2 hingga 5 persen dari sebelumnya. 

Baca juga: Sosok Korban Tajen Maut di Denpasar, Nengah Sudana Tinggalkan 3 Anak, Merantau Sejak Kecil

Sementara itu, Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Bali, Sudadi Murtado mengatakan, terganggunya sarana transportasi tentunya akan menganggu distribusi kebutuhan pokok. 

Terlebih Bali masih banyak mengandalkan pasokan dari Jawa. Baik beras, telur, daging ayam, minyak dan sebagainya.

Saat ini, memang dampaknya belum begitu terasa signifikan yang kemungkinan dikarenakan stok masih tersedia.

Namun jika terganggunya transportasi terus berlarut menurutnya, dampak yang terjadi akan sangat menganggu suplay logistik di pasaran. 

Saat ini pihaknya mengakui bahwa harga bawang merah sudah naik, bahkan sempat mencapai Rp60 ribu per kilogram. Kendala transportasi menurutnya berpengaruh, disamping memang lebih kuat dipengaruhi oleh cuaca. 

"Cuaca buruk yang sering hujan membuat bawang cepat busuk, sehingga suplai ke pasar sedikit. Ini juga membuat harga naik," ujarnya. (sup)

 

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved