Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Hari Anak Nasional, Restoran Ternama Dunia di Bali Ini Dukung Peran Aktif Orang Tua

Momentum peringatan Hari Anak Nasional, dimanfaatkan McDonald’s Indonesia di bawah naungan PT Rekso Nasional Food, meluncurkan konsep baru.

Tayang:
istimewa
ANAK - Seorang anak berekspresi di bidang seni rupa dalam wahana edukatif yang dihadirkan dalam momentum Hari Aanak Nasional. Hari Anak Nasional, Restoran Ternama Dunia di Bali Ini Dukung Peran Aktif Orang Tua 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tumbuh kembang anak-anak Indonesia untuk menuju Generasi Emas Indonesia 2045 menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa. 

Momentum peringatan Hari Anak Nasional, dimanfaatkan McDonald’s Indonesia di bawah naungan PT Rekso Nasional Food, meluncurkan konsep baru ramah anak dari klub anak McKids. 

Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia, Caroline Kurniadjaja mengatakan rangkaian acara digelar di delapan kota besar, yaitu Bandung Palembang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali serta Jakarta dan Makassar pada periode Juli - Agustus 2025 ini.

Pihaknya meyakini bahwa setiap anak Indonesia memiliki potensi luar biasa yang hanya bisa tumbuh jika diberi ruang untuk berekspresi dan berkembang.

Baca juga: Ramalan Baik Buruknya Hari 9 Agustus 2025 di Kalender Bali, Sabtu Pon Bala

"Hadir sejak tahun 1995, McKids merupakan sebuah program yang dirancang dengan fokus pada pengembangan anak melalui kegiatan yang menyenangkan, edukatif, dan interaktif," ujar Caroline kepada Tribun Bali, pada Rabu 6 Agustus 2025. 

Mengusung slogan “Happy, Creative, & Talented”, McKids kini diperbarui dengan pendekatan yang lebih segar dan relevan, sekaligus memperkuat perannya sebagai wadah positif bagi anak-anak untuk belajar, bermain, dan mengekspresikan diri secara optimal. 

"Tak hanya menyasar anak-anak, konsep baru dari program ini juga melibatkan peran aktif orang tua melalui seminar parenting sebagai bentuk dukungan menyeluruh terhadap proses tumbuh kembang anak," jelasnya.

Melalui pembaruan konsep ini menitikberatkan pada pengembangan bakat, khususnya di bidang seni rupa, untuk menjadi bagian dari perjalanan anak-anak dalam menemukan kepercayaan diri, keberanian, dan kreativitas mereka. 

"Untuk mendukung hal ini, secara rutin kami juga akan menghadirkan pembekalan bagi para orang tua seputar pola asuh dan perencanaan masa depan anak agar proses tumbuh kembang anak dapat didampingi secara menyeluruh,” ungkapnya.

Rangkaian acara ini berhasil melibatkan lebih dari 5.000 anak yang turut didampingi oleh orang tua mereka untuk mengikuti beragam aktivitas edukatif dan interaktif.

"Mulai dari lomba mewarnai, mendengarkan cerita dengan pesan moral untuk anak dan orang tua, persembahan kartu ucapan Selamat Hari Anak dari orang tua hingga berbagai aktivitas keluarga lainnya," tutur dia.

Tak hanya memberikan pengalaman belajar dan bermain bagi anak-anak, para orang tua juga diajak untuk terlibat aktif dalam acara tersebut melalui sesi pembekalan bertajuk “Bagaimana Cara Membesarkan Anak agar Bahagia dan Percaya Diri”. 

Seminar ini dirancang khusus untuk mendorong pola asuh positif, sekaligus memberikan wawasan serta panduan praktis bagi orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak di era modern.

“Di tengah tantangan era digital, tekanan sosial, dan perubahan pola asuh masa kini, peran orang tua menjadi semakin krusial dalam membentuk karakter dan kesehatan mental anak," kata dia.

"Melalui seminar parenting ini, kami ingin membantu para orang tua untuk membangun koneksi yang lebih kuat dengan anak dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak secara holistik,” imbuh Caroline.

Psikolog anak & keluarga, Chitra Annisya turut mengapresiasi langkah nyata dalam menciptakan ruang edukatif yang melibatkan peran aktif orang tua dan anak secara bersamaan. 

“Kehadiran orang tua secara aktif dalam keseharian anak, interaksi hangat, dan pola komunikasi yang terbuka, merupakan fondasi utama dalam membangun karakter yang sehat dan positif," kata Chitra.

"Saya melihat program ini sebagai bentuk kepedulian yang konkret terhadap tumbuh kembang anak. Di tengah tantangan pola asuh modern, orang tua perlu terus membekali diri untuk memperkuat peran keluarga sebagai tempat belajar pertama anak yang penuh dukungan dan kasih sayang," jabar Chitra.

Apresiasi juga datang dari para orang tua peserta. Salah satunya, peserta di Denpasar, Al Amin (35) mengungkapkan, bahwa acara tersebut sangat bermanfaat dengan tumbuh kembang anaknya yang baru menginjak usia sekolah dasar.

"Mengikuti lomba mewarnai, tampil di atas panggung, dan bertemu banyak teman baru. Saya sendiri juga mendapatkan banyak wawasan bermanfaat dari sesi seminar parenting yang membuka mata saya bahwa peran orang tua bukan sekadar mengawasi," ujar Amin.

"Tetapi juga membangun kedekatan emosional dan komunikasi yang hangat dengan anak," pungkasnya. 

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved