Kunci Jawaban

Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 37 38, Kurikulum Merdeka: Pemicu Terjadinya Perang Padri

Berikut kunci Jawaban dan pembahasan soal mapel IPAS kelas 6 SD halaman 37 38 Kurikulum Merdeka.

Kolase Kemdikbud
PELAJARAN IPAS - Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 37 38, Kurikulum Merdeka: Pemicu Terjadinya Perang Padri 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berikut kunci Jawaban dan pembahasan soal mapel IPAS kelas 6 SD halaman 37 38 Kurikulum Merdeka.

Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 37

Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 38

Artikel ini akan memudahkanmu dalam mengerjakan soal-soal Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial.

Mengerjakan soal IPAS SD tak sulit lagi dengan ulasan ini. 

Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 33 36, Kurikulum Merdeka: Perjuangan Pahlawan Mengusir Penjajah

Berikut kunci jawaban yang berhasil dirangkum TribunBali.com dari berbagai sumber.

Pada bagian ini, membahas tentang soal Pertanyaan Diskusi.

Simak ulasan selengkapnya di sini.

Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 37 38

Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 37

Pertanyaan Diskusi

1. Apa yang memicu terjadinya Perang Padri?

Jawaban:

Perang Padri dipicu oleh pertentangan antara kaum adat dan kaum agama (kaum Padri) di Minangkabau, Sumatera Barat. Kaum Padri, yang dipengaruhi oleh ajaran Islam yang lebih puritan, menentang berbagai praktik adat yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam. Ketegangan ini memuncak menjadi konflik bersenjata ketika kaum adat, yang merasa terdesak, meminta bantuan tentara Belanda untuk melawan kaum Padri. Sebagai imbalannya, Belanda berusaha menguasai wilayah Minangkabau.

2. Apa yang menyebabkan pasukan Padri membuat Belanda kewalahan?

Jawaban:

Pasukan Padri di bawah pimpinan Tuanku Imam Bonjol menggunakan strategi perang gerilya. Strategi ini melibatkan serangan mendadak, memanfaatkan medan yang sulit dijangkau, dan menghindari pertempuran terbuka dengan pasukan Belanda yang lebih besar. Taktik ini berhasil mengacaukan pasukan Belanda, yang tidak terbiasa dengan perang gerilya di wilayah yang bergunung-gunung dan berhutan lebat, sehingga membuat mereka kewalahan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved