Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sponsored Content

MITRA Prodin Jembrana Ekspor Perdana Pre-Rolled Cones Senilai Rp4 M Lebih, Kirim 2,4 Ton ke Amerika

Perusahaan berlokasi di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana ini resmi melepas ekspor perdana produk Pre-rolled Cones me

Tribun Bali/ISTIMEWA
Ekspor Perdana ditandai dengan pemotongan pita serta pemecahan kendi secara simbolis oleh Kepala Kanwil Bea Cukai Bali, NTB dan NTT, Iyan Rubiyanto bersama Direktur Mitra Prodin Robert Hensby serta Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, Kamis 16 April 2026 siang. 

TRIBUN-BALI.COM - Langkah besar diambil PT Mitra Prodin Jembrana, dalam kancah perdagangan internasional. Perusahaan berlokasi di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana ini resmi melepas ekspor perdana produk Pre-rolled Cones menuju Amerika Serikat. 

Ekspor Perdana ditandai dengan pemotongan pita, serta pemecahan kendi secara simbolis oleh Kepala Kanwil Bea Cukai Bali, NTB dan NTT, Iyan Rubianto. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) A Denpasar, I Made Aryana bersama Direktur Mitra Prodin Robert Hensby serta Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, Kamis 16 April 2026 siang.

Pelepasan ekspor ini sekaligus menandai status baru PT Mitra Prodin Jembrana sebagai perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat di bawah pengawasan Bea Cukai Denpasar.

Baca juga: TEWAS Anak 11 Tahun Usai Kecelakaan di Jalur Tengkorak! Sepeda Motornya Salip Truk dari Jalur Kiri

Baca juga: WARGA Diminta Jadi Pengawas Proyek Pemerintah, 3 Ruas Jalan Desa Candikusuma Anggaran Rp1,7 Miliar!

Ekspor Perdana ditandai dengan pemotongan pita serta pemecahan kendi secara simbolis oleh Kepala Kanwil Bea Cukai Bali, NTB dan NTT, Iyan Rubiyanto bersama Direktur Mitra Prodin Robert Hensby serta Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, Kamis 16 April 2026 siang.
Ekspor Perdana ditandai dengan pemotongan pita serta pemecahan kendi secara simbolis oleh Kepala Kanwil Bea Cukai Bali, NTB dan NTT, Iyan Rubiyanto bersama Direktur Mitra Prodin Robert Hensby serta Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, Kamis 16 April 2026 siang. (Tribun Bali/ISTIMEWA)

Menurut pantauan di lapangan, satu per satu boks Pre-rolled Cones dimasukkan ke dalam kontainer raksasa. Berdasarkan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), pengiriman ini dengan tujuan Los Angeles, Amerika Serikat dengan berat barang 2,4 ton dan memiliki nilai ekspor sekitar Rp4 Miliar lebih.

I Made Aryana menjelaskan, status Kawasan Berikat merupakan bentuk sinergi nyata antara pemerintah dan pelaku usaha. Sehingga, PT Mitra Prodin mendapatkan "karpet merah" berupa kemudahan fiskal seperti pembebasan bea masuk, penangguhan pajak serta tidak dipungut PPN, PPnBM, maupun PPh Pasal 22 Impor. 

"Dampaknya sangat signifikan bagi perusahaan, terutama dari sisi pengurangan beban fiskal. Proses produksi menjadi lebih lancar dan biaya logistik dapat ditekan serendah mungkin," ujar I Made Aryana saat dikonfirmasi di sela-sela kegiatan.

Selain itu, perubahan status menjadi Kawasan Berikat ini ridak hanya menguntungkan perusahaan, melainkan diyakini akan memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal Jembrana secara masif. I Made Aryana menekankan adanya multiplier effect yang akan dirasakan atau dinikmati warga sekitar. 

Mulai dari sektor akomodasi yang tentunya meningkatkan permintaan rumah kos bagi pekerja. Kemudian akan berdampak positif ke sektor UMKM seperti warung makanan dan jasa transportasi lokal akan semakin bergairah. Selanjutnya juga terkait kontribusi terhadap devisa serta feedback positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Jembrana kedepannya. 

Untuk mendukung kelancaran operasional, kata Aryana, Bea Cukai bahkan menyediakan kantor pembantu di lokasi perusahaan. Syaratnya cukup sederhana: perusahaan wajib memiliki IT Inventory yang transparan dan mengikuti regulasi yang berlaku.

"Pelayanan kami berikan secara gratis dan mudah. Harapannya, kesuksesan PT Mitra Prodin ini menular ke komoditas lain di Jembrana," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna sangat mengapresiasi ekspor perdana untuk kawasan berikat di Gumi Makepung. Apalagi dengan fasilitas Kawasan berikat yang dimiliki Mitra Prodin akan meningkatkan jumlah ekspor kedepannya. Sehingga dampaknya nanti akan kemabli ke kesejahteraan masyarakat Jembrana terutama serapan tenaga kerja lokal Jembrana.

"Ketika jumlah ekspor terus meningkat, harapannya serapan tenaga kerja bakal terus meningkat juga. Hari ini ada 2000an karyawan, tentunya kedepan akan bertambah terus misalnya menjadi bahkan 5.000 karyawan," jelasnya.

"Kami harap, secara umum bisa meningkatkan kesejahteraan yang ada di Jembrana khususnya," harapnya.

Pria yang akrab disapa Ipat ini menyebutkan kawasan Bali Barat atau Jembrana sudah mulai dipandang sebagai zona industri potensial. Selain pre-rolled cones, Bea Cukai melihat potensi besar pada komoditas lain seperti kakao dan udang vaname untuk didorong mendapatkan predikat Kawasan Berikat serupa kedepannya.

"Mudah-mudahan pelaku usaha lain nantinya akan mendapatkan fasilitas serupa. Sehingga membawa dampak pertumbuhan ekonomi bagi kita semua," harapnya.

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved