Sponsored Content
Universitas Terbuka Denpasar Gelar FGD dan Diseminasi Hasil PKM, Wujudkan Pengabdian
Universitas Terbuka Denpasar berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali menggelar FGD
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Universitas Terbuka Denpasar berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali menggelar FGD dan Diseminasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada Minggu, 14 Juni 2026 di Kampus UT Denpasar.
FGD dan Diseminasi Hasil PKM Universitas Terbuka Denpasar dan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali “Berkolaborasi Mewujudkan Pengabdian Kepada Masyarakat yang Berdampak dan Berkelanjutan” Sumber Dana Program Enhancing Quality Education For International University Impacts And Recognition (EQUITY) Time Higher Education Impact Rankings Universitas Terbuka Tahun 2025-2026.
Baca juga: Gandeng IAI hingga HIPMI, Denpasar Youth Fest 2026 Hadirkan Tattoo Expo hingga Film
Selain narasumber, juga dihadiri Kepala Bidang Pengembangan Inovasi dan Pengelolaan KI, Ira Damayanti, S.H., M.H., Ketua Tim Kerja Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual BRIDA Provinsi Bali, Kadek Wisnu Bayupati, S.T.M.Si., Kepala BRIDA Kabupaten Klungkung, I Ketut Budiartha, S.H., M.Si., Sekretaris BRIDA Kabupaten Klungkung, Pande Made Anggarnata, Penata Layanan Operasional pada BRIDA Provinsi Bali, Gusti Ngurah Dwi Mahaputra, S.H.
Sementara tim FGD yang terlibat yakni Putu Ayu Anggya Agustina, S.E., M.Si., Ak., Agus Tatang Sopandi, S.Sn., M.Pd. (FKIP), Ni Putu Meri Dewi Pendit, S.Pd., M.Hum. (FHISIP), Made Agus Suryadarma Prihantana, S.Pd., M.Pd. (FKIP), dan Kadek Meila Anggraeni (Staf UT Denpasar).
Peserta kegiatan ini yakni Pelaku UMKM Kabupaten Klungkung, komunitas UMKM di Bali, kelompok masyarakat produktif, dinas terkait, akademisi, mahasiswa UT Denpasar, serta pendamping UMKM.
Baca juga: Hujan Deras Disertai Angin Kencang Dini Hari Tadi di Denpasar Bali: Pohon Tumbang-Gardu PLN Meledak
Ketua Panitia FGD dan Diseminasi Hasil PKM, Putu Ayu Anggya Agustina S.E., M.Si. Ak. mengungkapkan kegiatan ini merupakan upaya untuk menghimpun masukan, identifikasi kebutuhan, serta arah pengembangan roadmap pengabdian kepada masyarakat Universitas Terbuka Denpasar lima tahun ke depan.
Selain menjadi wadah diseminasi hasil kegiatan PKM yang telah dilaksanakan, kegiatan ini juga merupakan langkah awal dalam penyusunan Roadmap Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Terbuka Denpasar Tahun 2026–2030 yang selaras dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, serta prioritas pembangunan daerah.
"Ini akan menjadi langkah awal dalam penyusunan roadmap PKM Universitas Terbuka yang selaras dengan kebutuhan masyarakat," paparnya.
Pelaksanaan kegiatan ini didukung melalui pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam skema Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY) - World Class University (WCU) yang merupakan bagian dari program Universitas Terbuka dan LPPM Univeristas Terbuka.
Dukungan tersebut menjadi wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak luas serta berkelanjutan.
Sedangkan dipilihnya Kabupaten Klungkung sebagai lokasi fokus kegiatan dikarenakan memiliki produk unggulan daerah yang sudah memperoleh pengakuan dan perlindungan geografis.
Sementara Direktur Universitas Terbuka Denpasar, Agus Tatang Sopandi, S.Sn., M.Pd. mengatakan, dengan adanya kegiatan ini, ke depannya dosen UT Denpasar maupun pusat saat melakukan PKM telah memiliki dasar prioritas.
"Dari hasil FGD ini akan didapat informasi akurat apa dan dimana pelaksanaan PKM yang akan dilaksanakan oleh UT Denpasar. Dengan adanya fokus khusus, sehingga kebermaknaan kegiatan lebih dirasakan masyarakat dan pemerintah khususnya di Bali," paparnya.
Ia juga berharap kegiatan ini mampu menjadi pemicu untuk memotivasi dosen-dosen UT Denpasar lebih giat laksanakan PKM dan merekrut serta bekerjasama dengan dosen UT Pusat.
Kegiatan ini menghadirkan enam orang narasumber yakni narasumber pertama Dr. Ketut Wica, S.Sos., M.H. selaku Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali.
Ketut Wica membawakan materi Kebijakan Pemprov Bali dalam Perlindungan dan Peningkatan Pendaftaran Kekayaan Intelektual.
Ia menyebut, ada banyak isu terkait riset yang ada salah satunya banyak hasil riset yang tidak mampu hilirisasi karena tidak memberi dampak pada masyarakat.
Oleh karenanya Pemprov Bali melalui BRIDA melakukan beberapa kebijakan terkait riset yakni riset yang dilakukan sesuai kebutuhan prioritas.
"Juga meningkatkan perlindungan Kekayaan Intelektual, kerjasama dengan perguruan tinggi, serta berupaya agar sertifikat HAKI bisa digunakan agunan bank dan dapat royalti," paparnya.
Sementara itu, kebijakan Pemprov Bali untuk pengelolaan Kekayaan Intelektual (KI) meliputi sosialisasi perlindungan KI, memfasilitasi penerbitan dan pemeliharaan KI, fasilitasi komersialisasi KI, dan bersama Kementerian Hukum RI mengupayakan penegakan hukum terhadap pelanggaran KI.
Narasumber kedua, Kepala Seksi Industri Digital Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Kadek Yustisi Ari Anggitaning, ST, M.M. membawakan materi Branding dan Kemasan Identitas yang Kuat dan Bermakna.
Ia menyebut identitas produk yang kuat harus memiliki branding, marketing, advertising, dan selling.
"Proses untuk branding dilakukan dengan riset pasar, strategi brand, dan penerapan brand. Logo juga sangat penting untuk identitas visual, konsistensi, simbol dan makna
Narasumber ketiga Ni Wayan Mulianingsih, SE, M.Si. selaku Kepala Seksi Industri Digital dan I Dewa Agung Gede Purnama, SE.,M.Si selaku Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali membawakan materi Promosi dan Pemasaran Digital.
Mulianingsih menyebut di Bali terdapat sebanyak 448.734 UMKM yang tersebar pada sektor kerajinan, akomodasi makan minum, pertanian, perikanan, dan lainnya.
Hingga saat ini 41.465 UMKM telah masuk e-katalog, Goto sebanyak 7.636, Shopee 106.500 UMKM, Balimall 1.004, serta on boarding di platform digital sebanyak 156.605 UMKM.
Sementara itu, sampai saat ini sudah 43.520 yang telah melakukan permohonan Kekayaan Intelektual.
Narasumber keempat Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Gula Dawan Klungkung, Ni Kadek Ayu Trisnayanti dengan materi Dari Nira Menjadi Karya: Perjalanan Produk Gula Dawan dalam Menciptakan Nilai Tambah.
Selanjutnya ada pemaparan Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Lukisan Kamasan, I Gede Eka Wedasmara, S.E. dengan materi Warisan Dunia dari Klungkung Lukisan Wayang Kamasan.
Eka Wedasmara mengungkapkan ada beberapa tantangan lukisan kamasan berupa regenerasi pelukis yang terbatas, persaingan dengan seni modern, pelestarian pakem tradisional, ketersediaan bahan tradisional, dan munculnya lukisan tiruan.
Dan pemateri terakhir adalah JFU Penelaah Teknis Kebijakan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Bali, Putu Edi Wahyudi, A.Md., S.Kom., M.H dengan materi Proses dan Mekanisme Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Indikasi Geografis. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/FGD-dan-Diseminasi-Hasil-Pengabdian-Kepada-Masyarkat.jpg)