Krisis Air di Bali

PDAM Denpasar Himbau Masyarakat Lebih Berhemat, Ini Kondisinya

Selain dari permukaan Sungai Ayung, air yang diproduksi/diolah oleh PDAM Denpasar juga diperoleh dari 21 sumur yang tersebar di berbagai lokasi

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Cisilia Agustina S
Sungai Ayung di Denpasar mengalami kekeringan, juga tercemar hingga berwarna agak keputihan dan tampak berminyak, Senin (22/9/2015). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Untuk diketahui, hasil pengolahan air di Sungai Ayung memasok sekitar 60 persen dari total produksi air PDAM Denpasar yang sebanyak 3.210.929 M3 per bulan.

Selain dari permukaan Sungai Ayung, air yang diproduksi/diolah oleh PDAM Denpasar juga diperoleh dari 21 sumur yang tersebar di berbagai lokasi di Denpasar, Bali.

(Baca Berita Terkait: Kaget, Sungai Ayung Sumber Air PDAM Denpasar dan Badung Berwarna Putih)

Karena jumlah produksi air dari Sungai Ayung dan sumur-sumur yang ada belum mampu memenuhi jumlah permintaan, maka PDAM Denpasar juga melakukan pembelian air dari PDAM lain seperti PDAM Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar dan dari SPAM Petanu.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas PDAM Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Anom Saputra membenarkan bahwa sekarang PDAM sedang kesulitan.

Pihaknya berharap hujan segera datang.

Selama musim kemarau ini, PDAM Denpasar memperkirakan bahwa krisis air di kota ini akan berlangsung hingga bulan November 2015 ketika musim hujan diprediksi mulai turun.

Namun, informasi yang diperoleh dari BMKG Balai Besar Wilayah III Denpasar menyebutkan bahwa hujan diperkirakan baru turun pada bulan Desember 2015.

Saat ini, kata Anom Saputra, sumber air di Kota Denpasar hanya di Sungai Ayung dan 21 sumur yang dibangun.

Pihaknya berharap masyarakat Kota Denpasar lebih berhemat dan mengurangi penggunaan air untuk keperluan yang tidak terlalu penting.

“Saran saya agar mulai saat ini berhemat air. Kalau bisa tidak usah nyiram-nyiram tanaman dulu, kurangi untuk yang tidak penting,” harap Anom Saputra.

Warga masyarakat yang memerlukan air dalam keadaan mendesak atau darurat, bisa menghubungi nomor call centre PDAM Denpasar.

Kemarin siang saja, kata Anom Saputra, ada setidaknya 5 orang yang menelepon call centre PDAM Denpasar karena darurat membutuhkan air.

“Para penelepon kebanyakan dari Denpasar Barat. Kami harapkan masyarakat yang memerlukan air bisa menghubungi nomor kontak itu (0361-240749),” ujar Anom melalaui sambungan telepon.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved