Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Sepi Pengunjung, Kebun Raya Pilan Gianyar justru Menarik Minat Peneliti

Kebun Raya Pilan, seluas 40 hektare di Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali hingga saat ini belum berhasil menarik minat masyarakat untuk berwisata ke te

Dokumen
Kebun Raya Gianyar di Desa Pilan, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kebun Raya Pilan, seluas 40 hektare di Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali hingga saat ini belum berhasil menarik minat masyarakat untuk berwisata ke tempat ini.

Pasalnya, kebun raya tersebut tidak sesuai ekspektasi pengunjung, yang sedikit tidaknya memiliki padang rumput untuk piknik.

Di sini, pengunjung hanya disuguhi suasana sepi, dengan pepohonan lebat.

Karena hal tersebut, pengunjung yang niat berwisata hanya datang sekali.

Memang, selama ini Kebun Raya Pilan ini lebih difokuskan sebagai objek penelitian tanaman dan flora endemik Payangan.

Baca juga: Angkutan Siswa Gratis di Gianyar Sudah Beroperasi, Suamba: Belum Banyak yang Memanfaatkan

Baca juga: Keluarga Kepala BIN Papua Brigjen Putu Danny Tengah Renovasi Rumah di Gianyar agar Bisa Ditinggali

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, Ni Made Mirnawati menyebut pengelolaan KRG (Kebun Raya Gianyar) ada di bawah UPT KRG.

Selama ini, merekalah yang melakukan perawatan, menjaga dan mendampingi bila ada mahasiswa atau akademisi yang melakukan penelitian. 

"Sekarang kondisinya sudah semakin tertata, namun ekosistem dalam hutan tetap dibiarkan apa adanya," ujarnya.

Baca juga: Pencuri Pratima di Tegalantang Gianyar Masih Berkeliaran, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

Kendati kondisi alamiah dibiarkan alami, namun ada jalan setapak yang tersedia bila ada warga yang ingin menikmati hawa hutan alami. 

Kata dia, di hutan tersebut, terdapat 163 jenis anggrek dan 165 jenis tanaman lain.

"Ada sekitar 300 lebih koleksi tanaman, baik yang merambat, pohon, perdu dan jenis tanaman lain," ungkapnya. 

Walau demikian, di dalam KRG dipastikan masih ada jenis tanaman yang belum masuk data koleksi.

"Saya kira masih ada jenis tanaman yang belum masuk koleksi, mengingat luasnya dan masih alaminya kondisi KRG," ungkapnya. 

Baca juga: Harga Gianyar Mineral Water Sudah Ditetapkan, Tapi Masih Dirahasiakan

Dalam pengelolaannya selama ini, UPT KRG dikawal oleh 20 tenaga dari berbagai disiplin ilmu.

Diakui untuk kunjungan wisata baik domestik masih rendah, sekitar 200 wisatawan lokal.

Sedangkan untuk penelitian, ada beberapa akademisi yang melakukan penelitian.

"Bila ingin melakukan penelitian, silahkan ajukan surat ke UPT KRG, dan penelitian yang sifatnya komprehensif akan mendapat pendampingan dari LIPI," ujarnya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved