Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Wayan Puspanegara: Kami Menunggu Pengalungan Bunga pada Wisman Perdana

Wayan Puspanegara: Kami Menunggu Pengalungan Bunga pada Wisman Perdana

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Zaenal Arifin
FOTO TIDAK TERKAIT BERITA. Welcome reception inaugural flight Malindo Air Sydney-Denpasar ditandai dengan pengalungan bunga kepada penumpang. Wayan Puspanegara: Kami Menunggu Pengalungan Bunga pada Wisman Perdana 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wayan Puspanegara: Kami Menunggu Pengalungan Bunga pada Wisman Perdana

Wayan Puspanegara, praktisi pariwisata asal Kuta, Kabupaten Badung, Bali, menunggu pengalungan bunga pada wisawatan mancanegara (wisman) perdana, yang masuk Bali via Bandara Ngurah Rai.

Sebagai momentum pembukaan pariwisata Bali pasca pandemi akibat meluasnya virus Covid-19. 

Berita tentang rencana pembukaan kembali Bandara Ngurah Rai secara internasional pasca open border tanggal 14 Oktober 2021 yang belum terealisasi.

Baca juga: Pembukaan Bali Bagi Penerbangan Internasional, Pelaku Pariwisata: Semoga Tidak PHP Lagi Seperti Dulu

Kini mulai terlihat signal kuat bahwa maskapai Garuda Indonesia akan landing di Bandara Ngurah Rai dari Narita Jepang pada tanggal 3 Februari 2022. 

Serta Singapore Airline yang berencana landing di Bandara Ngurah Rai setiap hari mulai 14 Februari 2022.

"Tentu hal ini memunculkan secercah harapan optimisme kebangkitan kembali pariwisata Bali secara bertahap dan pasti," katanya. 

Tentunya dengan catatan pemerintah pusat segera menunjukkan regulasi yang mendukung hal itu, karena sejauh ini masih banyak kendala wisman bisa masuk ke Bali.

Seperti diantaranya, ada masalah ihwal Visa Policy, Quarantine Policy, Stop Over Flight atau Flight Policy, Insurance Cover, sampai USD 100 ribu. 

Termasuk pembatasan hanya 19 negara yang boleh masuk ke Bali. Semua ini menjadi palang pintu masuknya wisman ke Bali, sehingga akhirnya open border masih menjadi mimpi dan perekonomian Bali masih mati suri.

"Bandara PPLN  juga hanya 3 bandara saja (Soetta, Juanda, dan Samratulangi), bahkan waktu jam buka operasional di destinasi yang masih dibatasi sampai pukul 22.00 Wita," sebutnya.

Hal ini menjadi faktor blokade yang absolut, oleh karena itu adanya kembali wacana  seperti di atas.

"Tentu kami Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali (APPMB), menyambut hangat rencana dibukanya secara real Bandara Ngurah Rai untuk penerbangan internasional ini," ungkapnya. 

Apalagi pasca dibuka/open border tanpa skema yang jelas sejak 14 Oktober 2021 hingga sekarang belum ada wisman yang masuk Bali via Ngurah Rai. Ia berharap semoga hal ini bukan harapan palsu lagi.

Baca juga: Pintu Masuk Bali Dibuka Kembali untuk PPLN, PHRI Badung: Ini Angin Segar yang Kita Tunggu

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved