Tragedi Kanjuruhan

UPDATE TRAGEDI KANJURUHAN: Siapa Sosok Yang Beri Perintah Tembak Gas Air Mata? Begini Jawaban Polri

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tragedi Kanjuruhan: Aremania ricuh di Stadion Kanjuruhan usai Arema FC dipecundangi Persebaya Surabaya dengan skor 2-3, Sabtu 1 Oktiber 2022.

“Ini adalah hari yang gelap bagi semua yang terlibat dalam sepak bola dan sebuah tragedi di luar pemahaman,"

"Saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga dan teman-teman para korban yang kehilangan nyawa setelah insiden tragis ini,"

"Bersama FIFA dan komunitas sepak bola global, semua pikiran dan doa kami bersama para korban, mereka yang telah menjadi korban, terluka, bersama rakyat Republik Indonesia, Konfederasi Sepak Bola Asia, Persatuan Sepak Bola Indonesia, dan Liga Sepak Bola Indonesia, pada saat yang sulit ini.” kata Gianni

Sementara itu di markas FIFA di Kota Zuric, Swiss, Induk federasi sepakbola dunia itu bendera seluruh anggota FIFA dikibarkan setengah tiang.

120 lebih korban yang meninggal dunia di Tragedi Kanjuruhan ini diduga karena mengalami sesak napas karena tembakan gas air mata.

Lantas siapa sosok yang memberikan perintah untuk dilakukan penembakan gas air mata ke arah tribun penonton?

Jawaban Polri soal Sosok yang perintahkan tembak Gas Air Mata

Siapa yang memberikan perintah menembak gas air mata di tragedi kerusuhan Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur? Akibat kejadian itu, 125 orang dinyatakan meninggal dunia.

Melansir Tribunnews.com, menanggapi hal itu, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan pihaknya masih mendalami terkait kasus tragedi Stadion Kanjuruhan.

Pihak internal juga tengah memeriksa 18 orang polisi terkait kasus tersebut.

Ia menuturkan bahwa polisi yang diperiksa mulai dari level perwira tinggi, perwira menengah hingga anggota yang mengamankan Stadion Kanjuruhan. Mereka diperiksa terkait manajemen pengamanan di lapangan.

"Ya, saya ulangi lagi ya. Saat ini sedang dimintai keterangan atau didalami di level managerial pengamanan di lapangan,"

"Itu dulu, biar tim bekerja dulu dan jangan terburu buru. Asas kehati-hatian kemudian ketelitian kemudian kecermatan juga menjdi standar dari tim ini," kata Dedi dalam konferensi pers di Malang, Senin (3/10/2022).

Dedi kemudian menjawab pertanyaan awak media soal aturan FIFA yang melarang penggunaan gas air mata di dalam stadion.

Halaman
1234

Berita Terkini