Harga Bahan Pokok di Bali
Semringah! Petani bawang di Kaldera Batur Nikmati Harga Bagus
Harga bawang merah di pasaran meningkat signifikan dalam sepekan terakhir, dengan harga per kilogram mencapai Rp55 ribu
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Harga bawang merah di pasaran meningkat signifikan dalam sepekan terakhir, dengan harga per kilogram mencapai Rp55 ribu hingga Rp60 ribu.
Biasanya di pasaran, harga bawang di kisaran harga Rp38 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram.
Kenaikan harga ini membuat petani bawang di Kaldera Gunung Batur, seperti di Desa Songan dan sekitarnya, semringah.
Baca juga: Parianta Rusak Pintu Belakang Vila, Polisi Ringkus Pencuri Barang Wisatawan di Ubud Senilai Rp19Juta
Gede Arman Parwata, salah seorang petani bawang asal Banjar Dalem, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, mengakui bahwa harga bawang merah sejak sepekan ini sangat bagus.
"Tumben harga bawang naik bulan-bulan ini. Kalau biasanya anjlok," ungkapnya Selasa 12 Agustus 2025.
Menurut Arman, produksi bawang di tingkat petani juga tergolong maksimal.
Baca juga: Maling berkeliaran di Bangli, Barang Berserakan namun Tidak Ada Barang Berharga yang Hilang
Ia yang memiliki lahan sekitar 50 are, bisa panen bawang sekitar 5 ton.
"Produksi kali ini juga cukup bagus," katanya.
Harga bawang merah di tingkat petani mencapai Rp40 ribu untuk jenis bawang varietas Bali Karet, sementara Bali lokal harganya menembus Rp 35 ribu.
Baca juga: KECELAKAAN Gegara Hindari Lubang Jalan, Pemotor Asal Bangli Terjungkal di Jalan Desa Tihingan
"Kita harap harga ini bisa bertahan, dan saya kemarin bisa menjualnya sekitar Rp38 ribu untuk jenis Bali Karetnya," bebernya.
Arman juga menyebutkan bahwa bawang merah produksi petani di Desa Songan banyak dipasarkan ke Jakarta dan daerah lainnya di Jawa.
"Bawang merah Bali lokal ini justru laris di Pasar Jakarta," akunya. Ia menambahkan bahwa bawang merah Bali karet ini dikembangkan sejak 10 tahun lalu.
Kenaikan harga bawang, menurut Arman, lebih besar karena hukum pasar.
Yang mana, saat ini kemungkinan daerah lain belum memasuki musim panen, sementara kebutuhan besar, maka harga akan naik.
"Kita dengar di sejumlah daerah yang selama ini sebagai produsen bawang mulai panen. Kami khawatir sepekan ke depan harga bawang kembali turun," ujarnya.
Dengan kenaikan harga bawang yang signifikan, petani bawang di Kaldera Batur berharap harga ini bisa bertahan dan memberikan keuntungan yang maksimal bagi mereka.
Namun, mereka juga khawatir bahwa harga bawang akan turun kembali jika produksi bawang di daerah lain meningkat. (*)
Berita lainnya di Harga Bawang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Tanaman-bawang-di-kawasan-Kaldera-Batur-896.jpg)