Berita Badung
Polisi Periksa 3 Saksi Saat Penusukan WNA Belanda Usai Jalan-jalan Dengan Sang Pacar
Polisi Periksa 3 Saksi Saat Penusukan WNA Belanda Usai Jalan-jalan Dengan Sang Pacar
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Penyidik Polda Bali menggantungkan harapan besar pada keterangan tiga saksi kunci yang melihat langsung aksi penusukan sadis terhadap warga negara Belanda berinisial RP (49) di Kerobokan, Kuta Utara.
Salah satu dari saksi tersebut adalah kekasih korban, yang menyaksikan sendiri upaya terakhir korban melindunginya sebelum akhirnya tewas di tangan dua pria misterius.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menegaskan bahwa pengejaran terhadap pelaku kini dipersempit berdasarkan kesaksian orang-orang yang berada di lokasi kejadian.
Baca juga: Siap Tangkap Pelaku, Kapolres Badung Turun ke TKP Pembunuhan WNA Belanda
Tidak hanya mendengar teriakan, ketiga saksi ini berada di lokasi saat eksekusi terjadi di depan Villa Amira, Banjar Anyar Kelod, Senin malam, 23 Maret 2026.
"Sementara masih saksi yang di sekitar TKP yang kita periksa tadi malam, termasuk pacar korban. Ada sekitar tiga yang melihat langsung kejadian dan sesaat setelah kejadian," ungkap Kombes Pol Ariasandy saat dijumpai Tribun Bali di Nusa Dua, pada Selasa 24 Maret 2026.
Baca juga: Atasi Sampah Organik, Pemkot Denpasar Bagikan 40 Ribu Komposter Bag Dibagikan ke Warga
Kesaksian ini menjadi krusial karena para pelaku berusaha menyamarkan identitas mereka dengan pakaian tertutup.
RP yang menyadari kehadiran dua pria mencurigakan di atas motor matic hitam tersebut, justru mengutamakan keselamatan kekasihnya.
Ia menginstruksikan sang pacar untuk segera masuk dan mengunci pintu vila, membiarkan dirinya menghadapi para pelaku di area terbuka.
"Dari kronologis awal, korban lagi jalan-jalan dengan pacarnya, lalu kemudian didatangi dengan pelaku yang menggunakan sepeda motor. Lalu si pacar korban diarahkan oleh si korban untuk masuk ke vila, lalu mengunci vilanya gitu," imbuhnya.
"Peristiwa itu lalu kemudian pelaku menghampiri korban dan melakukan penusukan itu," jelas Kombes Pol Ariasandy.
Meski pelaku menggunakan helm dan masker, kehadiran tiga saksi mata yang melihat peristiwa dari jarak dekat memberikan petunjuk berharga mengenai ciri-ciri, gerak-gerik, dan arah pelarian pelaku.
Saat ini, tim gabungan dari Polsek Kuta Utara, Polres Badung, hingga Resmob Polda Bali sedang menyisir rekaman CCTV di sepanjang jalur yang diduga menjadi rute pelarian motor matic hitam tersebut.
Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif di balik penyerangan brutal tersebut, termasuk kemungkinan adanya hubungan antara korban dan pelaku yang belum terungkap ke publik.
"Pelaku belum diketahui ya, karena pada saat kejadian menggunakan pakaian tertutup, helm tertutup. Sementara kita masih lakukan lidik dan berupaya mengejar pelaku. Identifikasi dalam hal ini. Nanti kita akan sampaikan perkembangan lidik ya," pungkasnya. (*)
| Jika Perang Berlarut-larut, PHRI Takutkan Akomodasi Pariwisata di Bali Bisa Perang Tarif |
|
|---|
| Perkuat Toleransi, Bupati dan Wabup Laksanakan Tawur Agung Kesanga di Puspem Badung |
|
|---|
| Wabup Badung Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda di Parade Ogoh-Ogoh Padang Luwih |
|
|---|
| Produksi Konten Pornografi Pada di Villa Pererenan Badung, Tiga WNA Dibekuk |
|
|---|
| Produksi Konten Dewasa di Villa Pererenan, Badung, Tiga WNA Dibekuk, Rompi Ojol Jadi Barang Bukti |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penusukan-WNA-Belanda-wf.jpg)