Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Disperpa Badung Tuntaskan Vaksinasi PMK Jelang Perayaan Idul Adha

Sapi Bali sampai saat ini masih sangat diminati untuk dijadikan kurban pada hari raya Idul Adha

Tayang:
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Disperpa Badung saat melakukan vaksinasi PMK di wilayah Badung Selatan beberapa waktu lalu/ Dokumen 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sapi Bali sampai saat ini masih sangat diminati untuk dijadikan kurban pada hari raya Idul Adha. Melihat kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) memastikan sapi-sapi milik warga di Badung tetap sehat.

Bahkan saat ini, jelang perayaan Idul Adha, Disperpa Badung melalui Bidang Kesehatan Hewan langsung menuntaskan pelaksanaan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari target yang ditetapkan. Diharapakan dengan vaksinasi tersebut kasus PMK di Gumi Keris tidak muncul lagi.

Baca juga: PDAM Diminta Lirik Tiga Rencana Mega Proyek, Berpotensi Tingkatkan PAD Jembrana

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, I Gusti Ngurah Narendra Putra yang dikonfirmasi Selasa 12 Mei 2026 tidak menampik hal itu. Dirinya mengaku jika vaksinasi PMK sudah selesai dilakukan sesuai dengan target yang ditetapkan.

"Jadi  untuk program Vaksinasi PMK Nasional tahap pertama sudah selesai. Nanti ada periode kedua bulan Juli-september 2026 mendatang," ujarnya.

Baca juga: Ibu Penelantar Bayi di Blahbatuh Sebut Alami Persalinan Mendadak di Sawah, Serahkan Bayi ke Warga

Diakui dari kementrian pertanian melalui pemerintah provinsi Bali menargetkan Badung melakukan vaksinasi PMK dengan menyasar 7.000 hewan. Hal itu pun sudah dilakukan dari Bulan Januari hingga Maret 2026 lalu.


"Kita ditarget 7.000 ekor dari dinas pertanian dan ketahanan pangan provinsi Bali. Periode kedua juga sejumlah itu," jelasnya sembari mengatakan untuk yang kedua itu vaksin booster.


Sejatinya pelaksanaan vaksin PMK susah dilakukan dari tahun sebelumnya. Bahkan diprediksi jumlah populasi ternak sapi di Badung ada lebih dari 32 ribu ekor yang tersebar di enam kecamatan.


 Vaksin-vaksin yang dilakukan pun khusus kepada ternak baru, mengingat untuk indukan sudah dilakukan vaksin ditahun sebelumnya. Untuk populasi sapi sendiri paling banyak ada di Kecamatan Petang, Kuta Selatan, kemudian diikuti Abiansemal, Mengwi, Kuta Utara, dan Kuta. 


Diainggung mengenai pemeriksaan sapi di Pasar Hewan Beringkit,  Ngurah Narendra Putra memgaku pemeriksaan akan dilakukan jika ada permintaan. Memgingat saat ini di Pasar Hewan sudah dilakukan pemeriksaan ketat sapi-sapi yang masuk untuk dijual.


"Kalau ada permintaan pemeriksaan dari pengusaha baru kita lakukan pemeriksaan. Itu pun sapi yang lalulintas hewan yang dikirim ke luar Bali," imbuhnya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved