Banjir di Bali
Bencana Banjir Kepung Denpasar Bali, Terdata Sementara 3 Orang Meninggal Dunia
7 titik paling parah tersebut terjadi di Kesiman Kertalangu, Padangsambian Kaja, Pura Demak, Panjer, Pemogan dan Sidakarya, dan Pasar Kumbasari.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Banjir parah menerjang Kota Denpasar pada Rabu 10 September 2025, bertepatan dengan Pagerwesi.
Air Tukad Badung yang meluap menyebabkan banjir mengenai hampir semua bantaran Tukad Badung dari hulu hingga Selatan.
Banjir ini pun dianggap yang paling parah sejak puluhan tahun di Denpasar, Bali.
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara menyebut, laporan sementara ada tiga orang yang meninggal dunia.
Baca juga: Terseret Banjir, Seorang Warga Pengambengan Bali Meninggal, Perbekel: Korban Sedang Mengandung
“Korban yang saya tahu terkini, di Wangaya ada warga 70 tahun 1 orang meninggal dunia. Lalu di taman pancing ditemukan 2 orang. Tercatat belum ketemu 2 orang,” katanya.
Ia menyebut ada 7 titik paling parah yang dilanda banjir di Denpasar, Bali.
7 titik paling parah tersebut terjadi di Kesiman Kertalangu, Padangsambian Kaja, Pura Demak, Panjer, Pemogan dan Sidakarya, dan Pasar Kumbasari.
Menurut Jaya Negara, beban air Tukad Badung yang tinggi membuat air meluber.
“Air sudah tinggi dari jam 2 pagi. Saya jam 4 sudah turun bersama Pak Wakil,” paparnya. (*)
Kumpulan Artikel Denpasar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kondisi-bangunan-ambruk-tergerus-air-di-Jalan-Sulawesi-Denpasar-Rabu-10-September-2025.jpg)