Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Banjir di Bali

CURAH Hujan Ekstrem Tidak Terprediksi! Gotong Royong Bersihkan Lumpur dan Material

Ia menjelaskan, curah hujan yang terjadi di Bali bahkan lebih besar dibanding bencana banjir di Bekasi beberapa waktu lalu.

Tayang:
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
BANJIR - Gubernur Bali Wayan Koster membantah penyebab musibah banjir di Bali disebabkan karena maraknya alih fungsi lahan. Hal tersebut ia ungkapkan pada saat meninjau pembongkaran bangunan di Jalan Sulawesi Denpasar Kamis 11 September 2025. 

TRIBUN-BALI.COM - Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan bencana alam banjir di Bali disebabkan curah hujan ekstrem yang tidak terprediksi.

Akibat bencana tersebut terdapat 14 orang meninggal dunia dan 2 orang lainnya masih dalam pencarian.
“Prediksi BMKG memang sudah menyebutkan tetapi tiba-tiba ada gelombang Rossby dan Kevin namanya.

Sehingga tumpah hujan yang sangat deras 385 mm,” jelasnya saat mengunjungi Posko Bencana Banjir Tohpati, Kota Denpasar, Kamis (11/9). 

Ia menjelaskan, curah hujan yang terjadi di Bali bahkan lebih besar dibanding bencana banjir di Bekasi beberapa waktu lalu.

Baca juga: 4 JENAZAH Ditemukan di DAM Tanah Kilap, 562 Warga Ngungsi, 120 Titik Banjir, Korban Jiwa 14 Orang! 

Baca juga: KOSTER Akan Telusuri Sungai Besar dari Hulu ke Hilir, Giri Prasta Sebut Pembangunan Masif Masalahnya

AMBLAS - Sejumlah warga melakukan pencarian tiga korban yang hilang di lokasi rumahnya yang amblas pada Kamis 11 September 2025.
AMBLAS - Sejumlah warga melakukan pencarian tiga korban yang hilang di lokasi rumahnya yang amblas pada Kamis 11 September 2025. (ISTIMEWA)

“Kalau Bapak Ibu sekalian masih ingat waktu banjir di Kota Bekasi tanggal 3 Maret 2025 yang lalu itu ternyata curah hujannya tidak sebesar seperti yang terjadi kemarin. Jadi hujan 24 jam ini tidak bisa diprediksi sehingga melumpuhkan beberapa kota dan kabupaten,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan status tanggap darurat sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

“Kemudian Pak Gubernur, di sini ada Pak Wakil Gubernur tanggap tadi malam sudah mengeluarkan status tanggap darurat 1 minggu. Sehingga dengan adanya status tanggap darurat itu artinya pemerintah Provinsi Bali meminta bantuan pemerintah pusat. Kami segera turun BNPB hari ini (kemarin) dari mulai tadi malam. Kami sudah hadir memimpin rapat,” ujarnya.

Sejumlah titik terdampak telah ditinjau langsung. “Sudah beberapa titik dari mulai Pasar Badung sudah kita tinjau kemudian tadi di Desa Ubung. Sekarang bertemu bapak ibu sekalian. Dan kami akan dampingi terus sampai kondisi ini pulih seperti semula,” katanya.

BNPB juga memastikan bantuan pemerintah pusat terus mengalir. “Artinya, kami semua pemerintah pusat walaupun tidak mengalami sendiri bencana banjir yang menimpa Bapak Ibu sekalian tapi kita ikut merasakan dan kita bertekad untuk membantu semaksimal mungkin,” ucapnya.

Ia memastikan kebutuhan warga akan dipenuhi selama masa tanggap darurat. Pihaknya memastikan kebutuhan logistik terpenuhi. “Tidak perlu khawatir bahwa selama tanggap darurat ini kebutuhan dipenuhi,” tegasnya.

Menurutnya, bantuan tidak hanya berupa makanan, tetapi juga kebutuhan khusus seperti pakaian dalam, susu untuk anak-anak, hingga kebutuhan perempuan. “Nanti setelah ini kepala dusun mendatangi. Kira-kira pakaian dalam seperti apa yang dibutuhkan? Yang laki-laki tentu saja pakai pakaian dalam laki-laki. Yang perempuan, yang perempuan jangan kebalik-balik,” kata dia. 

“Kemudian saya lihat juga ada anak-anak, mungkin butuh makanan tambahan, mungkin perlu susu, yang ibu-ibu perlu pakaian dalam, mungkin juga ada yang datang bulan, itu semuanya dilengkapi,” jelasnya.

Ia meminta warga tidak ragu menyampaikan kebutuhan langsung kepada pihak berwenang. “Nanti makanya setelah ini silakan jangan ragu-ragu. Sampaikan apapun, terkait dengan bencana ini kepada kami,” kata dia. (sar)

BERSIHKAN Lumpur 

Material berupa lumpur, tumpukan sampah dan ranting tampak di lokasi terdampak banjir di Kota Denpasar. Seperti pantauan Tribun Bali di daerah Jalan Nusa Kambangan, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pulau Buru, hingga Jalan Glogor Carik begitu tampak dampaknya. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved