Konferda PDIP Bali
DPP PDIP Soroti Banjir Bandang di Bali, Djarot: Yang Salah Kita, Dirasuki Nafsu Serakah
Djarot mengatakan, bahwa tak bisa serta merta menyalahkan alam dan hujan yang terjadi 24 jam.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - DPP PDI Perjuangan menyoroti kejadian banjir bandang di Bali pada 10 September 2025 lalu.
Bahkan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Sekjen, Hasto Kristiyanto menitip pesan terkait persoalan lingkungan.
Hal itu diungkapkan Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat saat membuka Konferda dan Konfercab PDIP se-Bali, Sabtu 18 Oktober 2025.
Djarot mengatakan, bahwa tak bisa serta merta menyalahkan alam dan hujan yang terjadi 24 jam.
Baca juga: Prananda Prabowo Putuskan Jadwal Konferda dan Konfercab PDIP Se-Bali Sesuai Hari Baik
"Yang salah kita, yang kebanyakan dirasuki nafsu-nafsu serakah dengan mengalihfungsikan lahan. Tidak memperhatikan kearifan alam, sehingga alam memberikan peringatan keras kepada kita," paparnya.
Sehingga ke depannya diperlukan program politik lingkungan hidup, politik persampahan, politik tata ruang, dan sebagainya.
Dengan itu, kejadian yang menurutnya sebagai September kelabu tidak terjadi lagi di tahun yang akan datang.
"Maka dari itu, seluruh kepala daerah, pimpinan DPRD dan anggota fraksi agar disiplin dan ketat, tidak boleh alih fungsikan lahan subur untuk hunian, perkantoran, hotel dan vila. Karena Bali misinya tetap bisa mempertahankan kedaulatan pangan dan kelestarian lingkungan," kata Djarot.
Apalagi menurutnya Bali dialiri puluhan aliran sungai dan yang terpanjang Tukad Ayung.
Dan apabila terjadi banjir, maka menurutnya ada kerusakan di hulu sampai hilir. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pelaksanaan-konferda-dan-konfercab-PDIP-Bali.jpg)