Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sampah di Bali

Sampah di Bali Pada Tahap Obati Bukan Antisipasi, Beach Clean Up Sasar Pantai Kuta

Bali saat ini sudah dalam tahap mengobati dan bukan mengantisipasi dampak kerusakan lingkungan akibat tumpukan sampah.

Tayang:
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
kegiatan Beach Clean Up Circle K dan Ecoxyztem pada, Sabtu 13 Desember 2025. Sampah di Bali Pada Tahap Obati Bukan Antisipasi, Beach Clean Up Sasar Pantai Kuta 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berbagai upaya dilakukan untuk menekan tumpukan sampah di Bali

Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengadakan kegiatan Beach Clean Up Circle K dan Ecoxyztem di Pantai Kuta, Badung, Bali, Sabtu 13 Desember 2025. 

Aksi bersih pantai ini menegaskan komitmen untuk mengurangi polusi sampah, menampilkan produk-produk ramah lingkungan dari ecopreneur lokal melalui booth ecopreneur market, serta mengedukasi pelanggan agar memilih produk yang bertanggung jawab melalui kampanye. 

Pada acara tersebut juga terdapat Konten Kreator Lingkungan yang berkolaborasi dengan Ecoxyztem, Vaniaf Herlambang (28). 

Baca juga: TPST Kesiman Kertalangu Disulap Jadi PDU, Tahap Uji Coba: Olah 14 Ton Sampah per Hari

Vaniaf mengatakan, Bali saat ini sudah dalam tahap mengobati dan bukan mengantisipasi dampak kerusakan lingkungan akibat tumpukan sampah.

“Ketika sekarang kita melihat Bali sendiri menghadapi banyak cobaan bertubi-tubi, mulai dari TPA-nya penuh, mau ditutup kan, bahkan terus juga kita ngelihat banjir kemarin yang luar biasa bulan September itu ya. Jadi alarmnya kuat ini sekarang, dan kita melihat ya alarmnya kuat karena memang sudah terlanjur dampak-dampaknya sudah terasa gitu kan,” jelas Vaniaf. 

Lebih lanjutnya ia mengatakan, selama ini terlalu banyak perilaku buang sampah sembarangan ataupun tidak memilah sampah serta tidak mengurangi sampah, sehingga sampah plastik yang banyak lari ke TPA. 

Diakuinya memang cukup terlambat mengantisipasi tumpukan sampah saat ini. Maka dari itu, semua langkah harus dipercepat.

Dan tidak bisa lagi bergerak dengan asas sukarela saja, melainkan menjadikan bentuk kewajiban. 

Terlebih, kata dia, pemerintah sudah mulai mewajibkan pembuatan teba modern, program-program pemilihan sampah sebelum diangkut, pengaktifan bagi TPST atau TPS3R supaya makin maksimal, juga pengolahan sampahnya agar tidak lari ke TPA. 

“Jadi sekarang ini sudah mode buru-buru, sudah mode kepepet gitu, sudah bukan lagi sesuatu yang sifatnya sukarela, tapi kita mau enggak mau, baik yang udah sadar dari awal ataupun yang mungkin belum sadar tapi terpaksa gitu,” terangnya. 

Sementara itu, Brand Communication Circle K Indonesia, Wirawan Herdianto mengatakan, acara Beach Clean Up kali ini sekaligus memperkenalkan Circle K Kamasutra, Kuta. 

Juga memperkenalkan program Circular Day dimana menggabungkan konsep sustainability di dalamnya. 

“Kegiatan Circular Day-nya ini sendiri sebenarnya tujuannya itu adalah untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dampak lingkungan, itu harus diingat selalu gitu. Kegiatan Circular Day-nya itu sendiri kita ada dua, satu Beach Clean Up tadi diikut sertai oleh sekitar 80 peserta dari berbagai elemen masyarakat sama dan weekend market,” bebernya. 

Alasan memilih Pantai Kuta untuk acara Beach Clean Up sebab Pantai Kuta merupakan salah satu pantai yang banyak terdampak akibat kerusakan lingkungan. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved