Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Human Interest Story

KISAH Seniman Bali Lasmawan, Tebar Gamelan di Amerika, Pernah Belajar Kendang dari Maestro Gde Manik

Semua karya tersebut lahir melalui proses panjang yang alami, berangkat dari pengalaman luar biasa

Tayang:
Istimewa
I Made Lasmawan seniman Bali yang bergiat di Amerika Serikat. KISAH Seniman Bali Lasmawan, Tebar Gamelan di Amerika, Pernah Belajar Kendang dari Maestro Gde Manik 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang seniman Bali bernama I Made Lasmawan mengabdi dalam menebarkan kesenian Bali dan Jawa di Amerika Serikat (AS).

Setelah menamatkan pendidikan di KOKAR Bali pada tahun 1977, Lasmawan muda ditugaskan melanjutkan studi ke Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) Surakarta, Jawa Tengah. 

"Saya pernah diberi kritik tajam dari seorang guru di KOKAR Bali mengenai kemampuan bermain kendang dan itu menjadi cambuk yang menguatkan tekad untuk memperbaiki diri," katanya. 

Ia kemudian berguru kepada maestro kendang Bali asal Jagaraga, Gde Manik, yang menempa Lasmawan menjadi pemain kendang andal.

Baca juga: KISAH Putra Transmigran Tabanan Bali, Pedagang Beras Jadi Plt Bupati Lampung Tengah, Ini Profilnya!

"Saya diasah secara intelektual, dalam sikap dan kepribadian, serta diasuh melalui motif-motif kekendangan yang kuat," katanya. 

Selain itu, ia juga menimba ilmu dari tokoh-tokoh besar lainnya, seperti I Wayan Berata, Gerindem, Tembres, dan Gusti Tut Sedahan.

Lasmawan meraih gelar Sarjana Seni Karawitan dan langsung dipercaya menjadi staf pengajar di kampus ASKI Surakarta. 

Pada tahun 1990, sebuah kesempatan emas datang, ia terpilih menjadi pengajar di San Diego State University, Amerika Serikat.

Untuk pertama kalinya, Lasmawan menginjakkan kaki di San Diego dan selama dua tahun menebarkan gamelan Bali dan Jawa

Cuaca ekstrem, dari udara dingin hingga panas menyengat khas California, tidak menyurutkan langkahnya. 

Di sanalah ia membangun komunitas gamelan perdana bernama Langen Kusuma.

Selanjutnya, ia diangkat menjadi pengajar tetap di Colorado College, sebuah perguruan tinggi seni swasta ternama di Colorado Springs. 

Di kampus ini, Lasmawan mengajarkan seni budaya Indonesia khususnya Bali, baik secara teori maupun praktik, dengan fokus pada gamelan angklung.

Dedikasinya yang tinggi membuahkan apresiasi dari Wali Kota Denver, Colorado. 

Ia kemudian mendirikan Grup Gamelan Tunas Mekar, dengan Lasmawan sebagai direktur sekaligus pemimpin. 

Tunas Mekar dikenal memiliki dedikasi luar biasa terhadap pelestarian dan pengembangan kesenian Bali di Amerika Serikat.

Grup ini tercatat berpartisipasi dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 1996 dan 2019, bahkan penampilan angklung mereka pada 2019 sempat viral di YouTube, menjadi bukti kuat eksistensi gamelan Bali di kancah internasional.

Reputasi Lasmawan sebagai pengajar gamelan Bali semakin bersinar dan meluas ke berbagai negara bagian Amerika Serikat, seperti Illinois, Atlanta, Kentucky, Ohio, New York, North Carolina, Montana, South Dakota, Wyoming, Arizona, Idaho, Utah, dan Iowa.

Tak tanggung-tanggung, ia telah menyebarkan puluhan set gamelan, antara lain 16 set gamelan angklung, 5 set gong kebyar, 2 set angklung kembang kirang, 1 set semarandhana, 1 set smarpegulingan, 9 set gender wayang, 2 set selonding, 2 set rindik, 5 set baleganjur.

Seluruh instrumen tersebut dikirim langsung dari Bali menggunakan kontainer dan didistribusikan ke berbagai lembaga seni serta komunitas pecinta gamelan di Amerika Serikat.

Sebagai seniman yang telah berkarya puluhan tahun, I Made Lasmawan melahirkan banyak karya monumental, di antaranya Tabuh Kreasi Langlang Bhuwana, Tirta Bhuwana, Tabuh Angklung Kreasi Singa Nata, serta iringan Tari Legong Catur Dewi Manik Galah, dan karya-karya lainnya.

Semua karya tersebut lahir melalui proses panjang yang alami, berangkat dari pengalaman luar biasa, dan tetap berakar kuat pada tradisi. 

Pola-pola kekinian dikembangkan tanpa mengubah esensi nilai tradisionalnya. 

Ia mendapat penghargaan dari ISI Surakarta, yang menganugerahkan Adiberata Nugraha Krisna Sanggita pada 15 Juli 2025, atas jasanya dalam mendiseminasikan karawitan Jawa-Bali di San Diego State University (1990–1992) dan Colorado College (1992–2025).

Seniman yang juga sahabat Lasmawan, Made Agus Wardana alias Ciaaattt mengatakan dirinya merasa berbangga atas pencapaian Lasmawan. 

"Bayangkan, 35 tahun menebarkan kesenian Bali di Amerika Serikat merupakan puncak prestasi budaya yang layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya," paparnya.

Menurutnya, langkah budaya I Made Lasmawan menjadi pemantik bagi generasi muda untuk mengadopsi semangat progresif dalam menjunjung tinggi kesenian tradisional Bali di kancah dunia. (*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved