Berita Bali
ZAI Terima Klaim Asuransi Total Rp30 Miliar Akibat Bencana Banjir di Bali
ZAI Terima Klaim Asuransi Total Rp30 Miliar Akibat Bencana Banjir di Bali
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk (ZAI) telah menerima laporan klaim atas lebih dari 140 polis dengan estimasi total kerugian mencapai lebih dari Rp30 miliar terkait bencana di Bali yang terjadi pada September 2025 lalu.
Sebagian besar klaim berasal dari lini asuransi properti, disusul oleh lini kendaraan bermotor.
ZAI membuka pelayanan hotline 24 jam serta menerapkan proses klaim fast track khusus bagi kasus-kasus terkait bencana ini, sehingga penyelesaian klaim dapat dilakukan lebih cepat dan minim kendala.
Baca juga: TPA Suwung Ditunda Ditutup, Bagaimana Strategi Denpasar dan Badung? Ini Kata Rentin
“Dalam kondisi yang tidak dapat diprediksi, seperti cuaca ekstrem, sangat penting untuk mempersiapkan diri dengan perlindungan yang memadai. Perlindungan asuransi berperan sebagai sabuk pengaman yang membantu individu maupun bisnis pulih lebih cepat,” ujar Chief Claim & Service Officer PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Auralusia Rimadiana, dalam keterangannya pada Senin 22 Desember 2025.
Menurutnya ketika bencana musibah terjadi, kami fokus memastikan proses klaim berjalan efektif dan efisien sehingga nasabah dapat bangkit dengan lebih kuat.
Baca juga: Balik dari Belanja, Komang Nata Panik Motornya Keluarkan Percikan Api di Jembrana
Komitmen Zurich terhadap pemulihan tidak hanya diwujudkan melalui layanan klaim, tetapi juga melalui aksi nyata membantu masyarakat terdampak bencana.
Pada akhir November, banjir melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Zurich bersama Z Zurich Foundation menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir melalui Palang Merah Indonesia (PMI), untuk tiga wilayah terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bersama PMI, bantuan dikirimkan dalam bentuk berbagai perlengkapan darurat, termasuk perlengkapan kebersihan, logistik keluarga, bahan makanan, serta kebutuhan dasar lainnya seperti baby kit, kelambu, selimut, pakaian, hygiene kit, sarung, terpal, dan perlengkapan harian lainnya untuk membantu pemulihan kondisi warga terdampak.
Zurich Insurance Group (Zurich), dalam laporan Global Risk Report 20251, menempatkan cuaca ekstrem sebagai salah satu risiko penting, baik jangka pendek maupun jangka panjang, yang sudah menimbulkan dampak nyata di masa kini.
Dalam laporan tersebut, disebutkan juga bahwa peristiwa cuaca ekstrem, seperti banjir, merupakan salah satu di antara 5 (lima) risiko paling diwaspadai di Indonesia.
Di Indonesia, cuaca ekstrem beberapa kali memicu bencana alam dalam skala yang luas.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga awal Desember ini telah terjadi 3.0422 kejadian bencana, yang sebagian besar merupakan bencana hidrometeorologi, yaitu bencana yang dipicu oleh perubahan parameter atmosfer (meteorologi), seperti curah hujan, suhu, kelembaban, dan angin.
Bencana tersebut berdampak langsung pada masyarakat, termasuk pemukiman, fasilitas usaha, transportasi, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Di tengah meningkatnya risiko tersebut, perlindungan asuransi menjadi semakin penting.
| Gubernur Koster Resmikan Pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru |
|
|---|
| Gubernur Bali Sampaikan Jawaban dan Penjelasan Pandangan Umum Fraksi DPRD Bali |
|
|---|
| SUBAK Tak Hanya Irigasi Pertanian, Monumen Perjuangan Rakyat Bali Melangkah ke Era Digital |
|
|---|
| Usung Tema Pradha Svargi, Bali Fashion Tendance 2026 Ingin Mendunia dengan Sumber Daya Lokal |
|
|---|
| Musim Hujan Tak Jadi Penghalang, 500 Paket Sembako Dibagikan di Denpasar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Sejumlah-wilayah-di-Kuta-Badung-mengalami-banjir-pada-Minggu-22-Desember-2024.jpg)