Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Gubernur Koster Ungkap Kunjungan Wisman ke Bali Meningkat Hingga 22 Desember 2025

Dari data menunjukan bahwa, jumlah wisatawan mancanegara ke Bali sampai pada tanggal 22 Desember 2025 justru cenderung meningkat.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
SUNSET – Sejumlah wisatawan mengabadikan momen sunset di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Senin (22/12). Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan jumlah wisatawan mancanegara berkunjung ke Bali tahun 2024 mencapai 6.3 juta orang dan sampai 22 Desember 2025 mencapai 6.8 juta orang. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Gubernur Bali, Wayan Koster tanggapi isu penurunan  jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali. Koster menyatakan berita tersebut tidak benar. Dari data menunjukan bahwa, jumlah wisatawan mancanegara ke Bali sampai pada tanggal 22 Desember 2025 justru cenderung meningkat.

“Kedua, jumlah wisatawan mancanegara berkunjung ke Bali tahun 2024 mencapai 6.3 juta orang dan sampai 22 Desember 2025 mencapai 6.8 juta orang, meningkat 500 ribu orang. Sampai Bulan Desember 2025 diperkirakan mencapai 7 juta orang,” kata, Koster pada, Rabu 24 Desember 2025. 

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan wisman sudah mulai masuk ke Bali saat ini. 

“Bali hari ini sudah mulai bangkit ya untuk Christmas nya sampai tanggal 27 untuk periode Christmas-nya sudah meningkat tingkat huniannya New Year nya mulai tanggal 27 sampai tanggal 5 juga cukup signifikan ya peningkatan daripada okupansi hotel dan booking nya,” kata, Rai Suryawijaya pada, Sabtu 20 Desember 2025. 

Baca juga: Sopir Pariwisata Di Ubud Bali Pasrah, Akui Wisatawan Sepi Dibanding Nataru Sebelumnya

Disinggung mengapa turis yang datang ke Bali diwaktu last minute atau sudah dekat dengan perayaan Natal dan Tahun Baru, Rai menjelaskan memang karakter turis sekarang banyak yang mengonfirmasi secara last minute melalui online travel agent (OTA) dan mereka sudah membooking akomodasi  hotel atau villa melalui online. Hampir 70 persen bisnis pariwisata menggunakan OTA. Ini kata Rai yang membuat wisatawan last minute datang ke Bali.

“Kenapa juga last minute karena kedua situasi dan kondisi karena kan banyak juga berita-berita yang kurang baik bagi Bali itu sendiri ya ya terutama isu lingkungan, kedua adalah termasuk sampah dan kedua adalah kemecetan dan infrastruktur itu yang terjadi,” terangnya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved