Natal dan Tahun Baru di Bali
PHRI Bali Soroti Yogya Lebih Padat Turis Dibanding Bali, Cok Ace Singgung Bencana Diekspos Berulang
Bali sepi saat high season libur Natal dan Tahun Baru 2026, dibandingkan dengan padatnya turis berlibur ke Yogyakarta.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Bali sepi saat high season libur Natal dan Tahun Baru 2026, dibandingkan dengan padatnya turis berlibur ke Yogyakarta.
Hal ini digadang-gadang karena terjadinya diskiriminasi layanan pada turis mancanegara dan juga domestik.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan untuk angka turis mancanegara jika dibandingkan pada Tahun 2024, Bali masih mengalami peningkatan.
Baca juga: Sebelumnya Flat, Penyeberangan ke Nusa Penida dari Sanur Mulai Meningkat, Capai 5.400 Orang
“Namun penyebaran, ada trend ke daerah-daerah lainnya di Bali sebagai dampak dari media sosial. Untuk (wisatawan) domestik memang mengalami penurunan."
"Ini tidak lepas dari adanya bencana alam di Bali dan potensi bencana alam lainnya yang diekspos berulang-ulang,” kata, Cok Ace pada Jumat 26 Desember 2025.
Lebih lanjutnya ia mengatakan di satu sisi, objek wisata di Jawa termasuk di Yogyakarta lebih mudah dicapai, dan ketersediaan infrastrukturnya semakin baik.
Baca juga: Jumlah Kendaraan Masuk Bali Turun, Kendaraan Keluar Bali Naik 4 Persen
Peningkatan wisatawan mancanegara ke Bali juga tidak sesignifikan tahun sebelumnya.
Di sisi lain pembangunan akomodasi atau villa terus meningkat, sehingga okupansi hotel menurun dibanding tahun lalu.
“Jadi mohon pemerintah daerah lebih memperhatikan fenomena ini, termasuk tentang kenyamanan dan keamanan wisatawan selama di Bali,” harapnya.
Baca juga: CATAT Penurunan Kendaraan Masuk Bali Dibandingkan Tahun 2024, 189 Ribu Orang Masuk Via Gilimanuk!
Ia juga meminta kepada masyarakat penggiat media sosial, agar tidak kembali mengunggah ulang video atau foto bencana banjir menimpa Bali beberapa waktu lalu.
“Saya sampaikan terimakasih atas berita-berita atau informasinya selma ini kepada masyarakat dan pemerintah, namun demikian hal-hal yang berpotensi dijadikan senjata oleh kompetitor kita untuk menjatuhkan Bali, kiranya perlu kita sikapi secara lebih bijak.
"Selamat menyambut Tahun Baru 2026,” tutupnya. (*)
Berita lainnya di Pariwisata Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/KENDARAAN-MENGANTRE-Suasana-saat-sejumlah-kendaraan-kecil-atau-mobil-pribadi-ngantre-di-Gilimanuk.jpg)