Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Clash Of Kettle, Dorong Brewers dari Bali ke Ajang Kompetisi Nasional

penghujung event akan berlangsung di bulan Februari mendatang dengan target keseluruhan peserta 72 orang.

Tayang:
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Sesi final Clash Of Kettle Vol V dan juara dimenangkan oleh Marcell. Clash Of Kettle, Dorong Brewers dari Bali ke Ajang Kompetisi Nasional 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Komunitas Clash Of Kettle (komunitas Brewer Bali) rutin satu bulan sekali menggelar kompetisi brewer (ahli menyeduh kopi menggunakan metode manual atau tanpa mesin espresso).

Diikuti 12 peserta kompetisi manual brew bertajuk Clash Of Kettle Vol. V berlangsung di Stuja Coffee pada Minggu 11 Januari 2026 lalu.

"Acaranya kemarin itu kita komunitas kopi dari manual brew. Ada kompetisi, terus kompetisi ini menyatukan antara senior dan junior," ujar Ketua Panitia, Fahmi Edvan Mutaqien, saat di hubungi pada Selasa 13 Januari 2026.

Di mana menurutnya kompetisi manual brew dengan mengikutsertakan peserta brewer junior dengan senior di Bali jarang terjadi.

Baca juga: Adopsi Gaya Hidup Konsumsi Kopi, ACT! Project Ajak Anak Muda Bali Perkuat Kesadaran Konsumsi

Tetapi pada Clash Of Kettle menghadirkan peserta dari senior dan junior untuk berkompetisi bersama dalam satu ajang.

Dan penghujung event akan berlangsung di bulan Februari mendatang dengan target keseluruhan peserta 72 orang.

"Kita itu target ada 72 peserta. Kemarin seri kelima, besok yang terakhir (bulan Februari). Jadi bulan depan yang terakhir itu jadi seri ke enam. Setelah ini kita lanjut ke brewers," imbuh Fahmi.

Ia berharap dengan kompetisi ini mendorong brewers dari Bali dapat berkompetisi di tingkat nasional.

Karena data yang kita punya, brewers dari Bali itu cuma 6 persen dari 4 tahun lalu, di mana hanya tiga orang yang pernah ikut kompetisi brewer di tingkat nasional.

"Ini tugasnya kita sebagai komunitas buat ngebentuk orang baru. Dari komunitas yang bisa jebol ke brewers dari Bali untuk Indonesia. Potensinya sendiri besar," ucapnya.

Di Pulau Dewata saat ini tren manual brew berkembang pesat setelah komunitas-komunitas kecil membuat banyak event dan ini dampaknya benar-benar masif.

Selain itu di dukung juga oleh roastery (tempat untuk mengolah biji kopi mentah menjadi biji kopi disangrai hingga mencapai cita rasa yang diinginkan) mulai mengeluarkan varian-varian baru.

Setelah 12 peserta Clash Of Kettle Vol V bersaing ketat dari penyisihan, semi final hingga final akhirnya didapat juara adalah Marcell dari Koja Sunrise.

Hadir menjadi juri praktisi kopi nasional di antaranya Intan Kumalasari, Stephani Irawan, Angga Adi (roaster dari initial coffee).

Kumpulan Artikel Bali

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved