Bencana Alam di Bali
Longsor Landa Jalan Sang Hyang Ambu Karangasem Bali, Material Tanah Tutup Badan Jalan
Ketika terjadi longsor, tentunya arus lalu intas terganggu. Penanganan cepat harus dilakukan segera mungkin.
Selain puting beliung, juga terjadi pohon perindang Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk yang tumbang hingga sebabkan kemacetan.
Menurut informasi yang dihimpun Tribun Bali, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.15 Wita.
Saat itu, wilayah Jembrana terjadi cuaca ekstrem. Angin puting beliung kemudian menerjang wilayah Banjar Anyar Tengah di Desa Penyaringan.
“Ada 14 kepala keluarga (KK) yang terdampak angin puting beliung kemarin,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi, Senin 19 Januari 2026.
Dia menyebutkan, sesuai hasil kaji cepat tim di lapangan, kerusakan yang diakibatkan cuaca ekstrem tersebut didominasi atap genting rumah berjatuhan.
Kemudian juga ada kerusakan atap kamar mandi hingga atap bale dangin namun masih dalam kategori kerusakan ringan. Peristiwa mengakibatkan kerugian sekitar Rp 3,1 juta.
“Sebagian besar sudah ditangani secara mandiri. Tetapi tetap dibantu juga diberikan terpal sebagai antisipasi,” ungkapnya.
Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan hati-hati terhadap potensi bencana dampak cuaca ekstrem.
Sebab, belakangan ini cuaca ekstrem menyebabkan bencana seperti pohon tumbang, angin puting beliung, banjir dan lainnya.
“Kami mohon untuk tetap waspada terhadap potensi bencana dampak cuaca ekstrem,” imbaunya. (mpa)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Belasan-Atap-Rumah-Warga-Rusak-Diterjang-Angin-Puting-Beliung-di-Jembrana-Warga-Diminta-Waspada.jpg)